Persiapan Pilgub, Panwaslu Tingkatkan Peran Toga dan Tomas

by -28 views

WONOSOBOZONE – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Wonosobo meminta stakeholder terutama tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk berpartisipasi mengawasi jalannya pemilu mendatang. Karena menurut Ketua Panwaslu Wonosobo, Eko Fifin Haryati, Kabupaten yang berada di tengah Propinsi Jawa Tengah tersebut berpotensi besar akan adanya konflik dan money politik. Wanita yang akrab disapa Fifin juga meminta agar para stakeholder dan juga masyarakat Wonosobo untuk siaga lapor kepada Panwas apabila terditeksi potensi gesekan pada tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018 mendatang. “Tak hanya Pilgub saja, beberapa pemilu yang setelah itu juga akan dilaksanakan seperti pemilihan DPRD, DPD, DPR RI dan pemilihan presiden dan wakil presiden 2019 juga perlu kita awasi bersama. Jadi kami harapkan stakeholder dapat berpartisipasi untuk membantu kami agar pelaksanaan pemilu dapat berjalan lancar dan sportif,” ungkap Fifin disela kegiatan rapat koordinasi dengan stakeholder yang digelar di salah satu Ballroom Hotel Wonosobo, Kamis (9/11)..

.
Terkait tidak lanjut laporan dari penyelenggaraan pemilu serentak yang ketiga kalinya di Indonesia itu, Fifin menyebut setiap bentuk laporan dugaan kecurangan pada penyelenggaraan pesta demokrasi akan ditindaklanjuti sampai tuntas. Panwaslu Kabupaten, lanjutnya, memiliki kewenangan menyidang dan memvonis pelanggaran bersifat administratif.  “Dulunya, hasil pengawasan Panwas, entah itu pelanggaran administratif seperti apa, hanya dilaporkan ke KPUD. Kita tidak tahu itu mandek atau dilanjutkan. Sekarang, Panwas memiliki kewenangan lebih. Rekomendasi atas hasil pengawasan wajib dijalankan karena bersifat final dan mengikat,” tegasnya..

.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wonosobo, Muchotob Hamzah yang juga bertindak sebagai narasumber pada kesempatan itu mengaku siap untuk turut mendukung Panwaslu dalam mensukseskan agenda lima tahunan tersebut. Dengan adanya partisipasi dari berbagai pihak, pria yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah berharap pelaksanaan pemilu dapat berlangsung secara lancar dan ideal seperti pada pemilu tahun 1955 silam. “Itu merupakan pemilu pertama yang diselenggarakan di Indonesia. Waktu itu pemilu berlangsung secara jujur dan ideal dalam memilih anggota DPR dan anggota Konstituante. Landasan yang digunakan saat itu adalah UUD Sementara (UUDS). Nah sekarang kan landasan kita sudah jelas. Jadi bisa lebih baik dari pemilu tahun itu,” pungkasnya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *