Kunjungan Turis Turun, Pola Promosi Harus Diperbaharui

by -20 views


WONOSOBOZONE – Menurunnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau turis ke Indonesia terjadi di beberapa tempat termasuk di Kabupaten Wonosobo. Meski memiliki sejuta keindahan alam dan ikon wisata yang sudah mendunia seperti Dieng, tren kehadiran warga asing itu setiap tahunnya kian berkurang. Hal tersebut terbukti ketika beberapa tempat penginapan yang ada di kota dingin itu langka akan turis. Salah satu penasehat Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) cabang Wonosobo, Agus Purnomo menyebut penurunan kunjungan turis ke Wonosobo sudah terjadi sejak 2012. “Jika kita bandingkan dengan potensi wisata dari luar negeri yang kami sendiri pernah melihat langsung seperti di Macau dan di negara lain, Wonosobo sebenarnya tidak kalah potensi alamnya. Tetapi tren kunjungannya turis memang turun,” ungkap Agus yang pernah menjabat kepala Pariwisata Wonosobo saat memaparkan masalah Wonosobo bersama Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara bersama bersama 4 kota/kabupaten se Eks Karesidenan Kedu, Senin (6/11)..

.
Sementara salah satu narasumber dari Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara, Rizki Handayani menilai bahwa pola-pola promosi yang sudah dijalankan selama berpuluh-puluh tahun lalu ternyata sudah tidak sesuai lagi dengan masa sekarang. Hal itu, menurut wanita yang akrab dengan sebutan Kiki tersebut menjadikan pelaku wisata setempat harus memiliki inovasi yang lebih jitu untuk menambah daya tarik kunjungan wisatawan khususnya mancanegara. “Jika apa yang kita promosikan masih itu-itu saja, dengan pola yang sama sejak bertahun-tahun lalu, maka kita akan kalah dengan negara-negara lain. Jadi, marilah kita bikin konten wisata yang banyak dan lengkap, buat paket wisata, lalu juga angkat temanya yang bagus. Era ini memang sudah semuanya serba digital, bahkan pangsa pasarnya anak muda. Sehingga kita harus lebih banyak berdiskusi dengan mereka yang usianya 20 hingga 30 tahun. Karena sekarang mereka yang memimpin,” tegasnya..

.
Selain melakukan terobosan, Kiki juga meminta kepada pelaku wisata untuk dapat memetakan posisi obyek wisata di lingkup di kabupaten/kota yang menjadi bagian besar dari wisata Indonesia. Bahkan menurut Kiki, beberapa obyek yang sudah dikenal luas sebenarnya tidak harus dipromosikan terus – menerus. “Pariwisata Indonesia sekarang jadi sektor prioritas dengan target 20 juta wisatawan per tahun. Kalau dihitung, angka tersebut naik 100 % dari 10 juta di tahun sebelumnya. Kalau nanti yang kita promosikan masih yang itu-itu saja maka Thailand, Vietnam bahkan Malaysia bisa kalahkan konten kita. Selain itu, kita harus siapkan website untuk destinasi masing-masing dan harus ada yang mengurus konten dengan serius, jangan asal-asalan,” pungkasnya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *