Belum Beranjak Naik, Petani Keluhkan Harga Cabai

by -29 views

WONOSOBOZONE – Harga jual cabai di tingkat petani masih sangat rendah. Meski musim panen raya cabai sudah berlalu dan pasokan ke pasar-pasar tradisional sudah mulai stabil, tetap belum dapat mempengaruhinya. Hal itu dikeluhkan oleh salah satu petani cabai Wonosobo, Mustofa Sujito (63) yang baru saja memanen cabai jenis keriting dan cabai rawit belum lama ini. Menurut pria yang akrab dengan sebutan Jito itu mengabarkan, harga jual cabai ke konsumen di pasar berada pada kisaran Rp 16.000 sampai Rp 17.000. Haga tersebut, lanjutnya, membuat para tengkulak membeli cabai di petani dengan harga yang lebih murah. Bahkan Jito mengaku hanya bisa menjual di kisaran Rp 11.000 sampai Rp 12.000 untuk cabai keriting yang baru dipanennya pekan lalu. “Harga cabai dari petani menurut kami masih rendah, terakhir dapat Rp 12.000 per kilogramnya. Sebelumnya malah Rp 10.000 satu kilo. Cabai keriting memang sedang lumayan bagus produksinya, karena mayoritas petani di desa kami menanam dan hasilnya jadi semua. Namun hal itu tak mempengaruhi harga jual. Ada sekitar dua kwintal per petani dalam satu pekan panen, untuk yang besar bisa sampai satu ton lebih,” ungkapnya kepada Wartawan, Minggu (5/11)..

.
Tak hanya harga cabai saja yang rendah, keprihatinan para petani juga bertambah ketika kondisi cuaca yang kurang mendukung kerap terjadi, yakni hujan secara berkepanjangan. Jito menambahkan, masalah klasik lain seperti ketahanan terhadap cuaca basah atau saat musim penghujan dan rentang usia cabai yang siap panen cukup pendek juga menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Bahkan terlambat satu atau dua hari saja, katanya, cabai siap panen bisa rusak. Setidaknya ada 10% dari total cabai yang dipanennya tidak bisa dijual karena tidak merah sempurna atau rusak karena air. “Cabai yang siap panen memang tidak bisa menunggu lama. Kalau cuaca kering bisa meletek atau retak-retak. Nah kalau hujan langsung layu dan tidak laku di pasaran. Kalau bisa dijual Rp 15.000 saja per kilonya dari petani, itu sudah lumayan, ya bisa dikatakan balik modal. Karena yang makan biaya banyak terus terang untuk tenaga harian yang khusus untuk merawat. Cabai itu kalau bermasalah sedikti saja tanamannya, bisa jelek buahnya. Kadang menular ke tanaman sebelah,” bebernya..

.
Sementara salah satu pedagang cabai di pasar induk Wonosobo, Nur Rohman menyebut tren harga cabai memang sudah turun sejak dua bulan terakhir. Cabai keriting sendiri sempat menyentuh level Rp 25.000 pada akhir September, namun hanya bertahan dua minggu. “Terakhir ini untuk cabai keriting harganya masih kisaran Rp 15.000  dan paling tinggi Rp 17.000 per kilo. Kalau untuk cabai rawit agak lebih murah di kisaran Rp 14.000 per kilogram. Kalau cabai besar (TW) lebih murah lagi, sekitar Rp 13.000, naik turunnya ya sekitar Rp 1000 per kilogram,” pungkasnya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *