Update Informasi Masih Kalah Dengan Update Status

by -16 views

WONOSOBOZONE – Pemutakhiran (Update) informasi untuk peningkatan layanan terhadap publik di lingkup Pemkab Wonosobo dinilai masih belum optimal. Sekretaris Daerah, Eko Sutrisno Wibowo mengungkapkan hal tersebut di depan jajaran pimpinan OPD dan para Camat yang hadir dalam rapat koordinasi pemerintahan umum, di pendopo Kecamatan Sukoharjo, Rabu (8/11). Selama ini, menurut Sekda upaya memutakhirkan informasi dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat justru masih kalah dengan update status di media sosial para pegawai. Hal itu, ditegaskan Sekda perlu dirubah agar ke depan layanan informasi Pemkab kepada warga masyarakat lebih cepat dan akurat. “Peran Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten, di bawah bimbingan Kementerian Kominfo saya harap dapat ditingkatkan untuk menyikapi hal ini,” tandas Sekda.


Harapan terkait peningkatan pemutakhiran data dan informasi kepada publik disampaikan Sekda menanggapi paparan Kepala Subdirektorat Bidang Teknologi dan Infratstruktur e-Government Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Bambang Dwi Anggoro yang sebelumnya menyebut saat ini dunia berkembang begitu pesat seiring kian cepatnya arus informasi. Dalam paparannya, pria yang akrab dengan sapaan Ibeng tersebut menegaskan bahwa e-Government yang tengah dirintis Pemerintah Kabupaten Wonosobo menuntut adanya pemanfaatan teknologi infomasi secara optimal dalam penyelenggaraan pemerintahannya, termasuk dalam hal kecepatan update data dan informasi.


Ibeng mencontohkan Korea Selatan, Negara yang kini sudah menjalankan system e-Government dengan sangat baik telah memudahkan masyarakatnya dalam hampir semua urusan mereka. Wonosobo, menurut Ibeng juga telah mengarahkan langkah ke arah yang sama, hanya membutuhkan sedikit waktu untuk proses integrasi sistem-sistem dalam pemerintahannya. Dinas Kominfo sebagai leader program e-Government ditegaskan Ibeng perlu menguatkan peran dalam upaya mencapai integrasi eksosistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK), mulai dari mengatur regulasinya, perencanaan, aplikasi, infrastruktur, platform, keamanan hingga sumber daya manusia nya. Setidaknya, integrasi dalam e-Government yang paling mendesak disebut Ibeng ada pada 7 urusan utama, yaitu pertanian, kependudukan, pendidikan, kesehatan, keuangan, sektor pemerintahan, dan pemerintahan desa. Dengan terintegrasinya ke tujuh sektor tersebut, Ibeng meyakini tata kelola pemerintahan di Kabupaten Wonosobo akan lebih mampu memenuhi standar layanan yang dituntut publik.


Hal itu sejalan dengan pemikiran Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagyo yang menyebut bahwa kunci keberhasilan dalam mengatasi berbagai persoalan di lingkup pemerintahan Kabupaten adalah Komunikasi dan koordinasi. “Melalui koordinasi dan komunikasi yang baik, terlebih didukung oleh sistem yang terintegrasi, maka akan banyak hal yang dapat dibangun dan kualitas pelayanan publik pun saya yakni akan terus membaik,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *