PKL Kawasan Alun-Alun Kota Ditertibkan Lagi

by -44 views

WONOSOBOZONE – Langkah persuasif untuk mengupayakan kawasan alun-alun Kota Wonosobo yang bersih dari pedagang kaki lima (PKL) terus dilakukan. Hal itu terlihat ketika tim gabungan dari Satpol PP dibantu unsur TNI-Polri, Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Bagian Hukum Setda Kabupaten Wonosobo menyisir kawasan alun-alun Kota hingga sepanjang jalan Diponegoro pada dua hari terakhir, Selasa dan Rabu (8/10). Penertiban di kawasan tersebut menurut Kepala Seksi Penegakan Perda, Sunarso merupakan langkah untuk mewujudkan target alun-alun bersih PKL pada 2018 mendatang.


Sebelum melangkah pada upaya penertiban langsung di lapangan, Sunarso mengaku pihaknya telah mengajak dialog para pedagang, dengan mengundang mereka ke kantor Satpol PP. Sejumlah pedagang, dikatakan Sunarso hadir dalam pertemuan dialogis untuk penataan PKL alun-alun dan kawasan jalan protokol tersebut. “Para PKL yang sudah datang dan bersedia diajak berdialog rata-rata dapat menerima untuk memindahkan dagangan mereka dari kawasan alun-alun,” tutur Sunarso. Namun bagi yang tidak hadir dalam pertemuan itu, menurutnya banyak mengaku tidak tahu kalau ada aturan dalam Peraturan Daerah maupun Peraturan Bupati yang melarang kawasan alun-alun untuk berjualan. Penertiban oleh tim gabungan, dikatakan Sunarso sengaja dilakukan pada sore hingga malam hari, karena di sepanjang jalan Diponegoro pihaknya juga masih menemui PKL yang mangkal di bahu jalan dan badan trotoar. “Upayanya tetap persuasif bukan represif karena kami sifatnya masih berusaha untuk mengingatkan, sehingga dalam operasi ini tidak ada penindakan kecuali memang yang bersangkutan membandel,” tegasnya.


Langkah persuasif tersebut, menurut Sekretaris Satpol PP Suratman merupakan kebijakan Pemda untuk menghindari gejolak dari para PKL. Penertiban secara rutin dilakukan, karena menurut Suratman warga masyarakat juga sudah banyak yang mengeluhkan terganggunya lalu lintas akibat bahu jalan digunakan PKL untuk berdagang. Meski sering diabaikan, pihak Satpol PP selaku OPD yang diberikan kewenangan mengawal Peraturan Daerah maupun Peraturan Bupati diakui Suratman telah berulangkali memberikan peringatan kepada para PKL. “Sasaran tidak hanya PKL, melainkan juga pedagang yang menggunakan mobil untuk menjajakan dagangan mereka dengan memakan bahu jalan,” terang Suratman. Karena itulah, dalam operasi penertiban selama dua hari tersebut, tim gabungan dimintanya untuk tidak hanya satu kali menyisir kawasan target, yaitu alun-alun Kota dan jalan Diponegoro. “Tim bergerak mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB dan kembali menyisir kawasan yang sama setelah istirahat Magrib hingga selesai pukul 20.00 WIB,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *