Menjelang Wonosobo Jobfair, Permohonan Kartu Kuning Meningkat 150 Persen

by -60 views

WONOSOBOZONE – Informasi terkait adanya Jobfair 2017 yang akan berlangsung hari Rabu (8/11) di gedung Korpri Kabupaten Wonosobo langsung mendapat respon para pencari kerja. Hal tersebut terbukti dari adanya lonjakan kartu pencari kerja atau sering disebut dengan Kartu Kuning (AK-1) beberapa hari terakhir di kantor Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Transmigrasi (Disnakerintrans) Kabupaten Wonosobo. Riyanto, pegawai Disnakerintrans yang berwenang menerbitkan AK-1 mengatakan angka pemohon AK-1 dalam satu hari bisa mencapai 130-an orang. Padahal pada hari biasa, lanjutnya, angka pemohon AK-1 hanya mencapai 50 orang per-hari. “Kondisi tersebut dimungkinkan karena banyaknya calon pelamar kerja yang akan memburu kegiatan Wonosobo Job Fair 2017 yang digelar di Gedung Korpri Wonosobo, Rabu (8/11) ini,” ungkap Riyanto, Selasa (7/11).

Menurut Riyanto, hal tersebut tidak bisa dipungkiri lantaran masih banyaknya masyarakat Wonosobo yang belum memiliki pekerjaan, sehingga job fair menjadi kesempatan emas yang tak akan disia-siakan. Riyanto menambahkan, Job fair tersebut menjadi langkah Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk menjembatani para pencari kerja dan penyedia lapangan kerja. “Job fair akan diikuti sebanyak 40 perusahaan lebih, baik perusahaan lokal, regional maupun nasional. Ke-40 perusahaan tersebut akan menawarkan ratusan lowongan pekerjaan bagi masyarakat Wonosobo. Semoga dengan adanya job fair ini angka pencari kerja dan pengangguran di Wonosobo terus ditekan,” terangnya..

.
Berdasarkan data yang ada, Riyanto mengungkapkan hingga akhir September lalu, jumlah total angka pencari kerja di Wonosobo mencapai sebanyak 3.172 pencari kerja. Masing-masing, sebanyak 730 pencari kerja kategori laki-laki dan sebanyak 2.442 pencari kerja merupakan perempuan. “Data terbaru belum kami rekap. Namun, tren angka pencari kerja mengalami peningkatan, karena jumlah pengangguran masih tinggi,” tambahnya.

.

.
Tingginya angka pencaker tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Nakerintrans, Agus Prayitno. Kondisi tersebut, menurut Agus tak bisa dipungkiri karena masih timpangnya perbandingan antara tingginya lulusan pendidikan formal dengan pendidikan berbasis keterampilan. Agus menyebut di negara-negara maju, grafik angka pada keduanya sejajar. “Namun, berbeda di Indonesia, apalagi Wonosobo. Disini lulusan pendidikan formal jauh lebih tinggi, sehingga banyak lulusan yang secara kapasitas belum mumpuni, harus bersaing dengan yang memiliki skill tambahan,” tegasnya.

.

.
Sementara salah satu pencari kerja yang baru lulus SMK dan tengah melakukan permohonan AK-1, San Yuliarti (19) berharap Pemkab Wonosobo rutin menggelar job fair tak hanya satu tahun sekali. Karena menurutnya, angka pencari kerja masih cukup tinggi, terbukti dengan banyaknya pencari kerja melakukan permohonan AK 1. “Harapan saya kegiatan job fair bukan hanya sekali dalam setahun. Karena Jobfair, bisa mempertemukan pekerja dengan perusahaan secara langsung, itu yang sangat kami harapkan,” pungkasnya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *