10 Tahun Kerjasama FNS, Apresiasi Penerapan Konsep Ramah HAM

by -24 views

WONOSOBOZONE – Implementasi Kabupaten Wonosobo untuk mewujudkan Kabupaten Ramah HAM kian digencarkan. Hal tersebut diantaranya terlihat ketika daerah yang memiliki banyak kawasan wisata itu mendatangkan ilmuwan penting dari Jerman, yakni Dewan pembina Friedrich Naumann Stiftung (FNS) Dr Jurgen Morlock pada agenda temu komunitas di kantor Setda,belum lama ini. Dr Morlock yang membuka agenda diskusi bersama 70 lebih komunitas itu mengapresiasi upaya Pemkab Wonosobo yang selama 10 tahun terakhir mengupayakan penerapan Kabupaten Ramah HAM sekaligus menandai kerjasama dengan lembaga asal Jerman yang dimulai pada 2007 lalu. “Kami melihat Wonosobo sebagai kabupaten yang mendeklaasikan Ramah HAM dan belum ada yang menyamai saat itu. Kami juga mengapresiasi usaha-usaha Wonosobo dalam menginisasi kota ramah HAM dengan berbagai kegiatan. Kami juga mempelajari keberagaman di Wonosobo. Dari Wonosobo ini kami juga melihat bahwa toleransi adalah satu-satunya jalan untuk mencapai tujuan bersama,” ungkap dr Morlock kepada Wartawan, Jum’at (3/11)..

.
Menurut Morlock, HAM adalah nilai universal yang melampaui batas negara. Sedangkan Kunjungan singkat Morlock ke Wonosobo selain mempelajari keberagaman juga dalam rangka melihat langsung bagaimana kondisi Wonosobo. Terlebih, dari laporan kegiatan program FNS di Wonosobo banyak hal yang menurutnya sangat penting untuk dijadikan kunci keberhasilan dari kota ramah HAM. Morlock juga menyinggung pentingnya nilai Bhinneka Tunggal Ika yang dimiliki bangsa Indonesia. “Terimakasih untuk kerjasama FNS dengan Wonosobo yang produktif ini,” terang Morlok.
Dalam diskusi bersama komunitas lokal, Fahmi Hidayat mewakili Bappeda sekaligus Desk kabupaten Ramah HAM juga menyebut bahwa nantinyafestivalmerdeka.org juga akan menjadi portal bagi komunitas. Sehingga berbagai informasi terkait kegiatan komunitas terlebih yang menyentuh isu-isu SDGs hingga kabupaten Ramah HAM, kata Fahmi, bisa dilihat perkembangannya. Momentum festival merdeka juga disebutnya menjadi agenda penting bagi komunitas yang akan konsisten di helat tiap tahun meskipun tidak pada bulan Agustus. “Ada beberapa rangkaian kegitan dalam  pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dengan beberapa kegiatan mulai Rabu (1/10). Ada beberapa workshop mulai dari pelibatan PNS mewakiil OPD, perwakilan camat, hingga komunitas. Agenda ini melanjutkan kerjasama FNS dengan Pemkab Wonosobo pada isu ramah Ham dan SDGs,” pungkasnya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *