​Jumlah Penderita Gagal Ginjal Melonjak, PKU Muhammadiyah Wonosobo Bangun Unit Hemodialisa

by -11 views

WONOSOBOZONE – Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo menunjukan komitmen serius untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Selain terus mengupayakan peningkatan kualitas sumber daya manusia, rumah sakit yang beberapa waktu lalu telah mendapatkan bintang lima atau paripurna itu juga terus menambah sarana dan prasarana. Salah satunya adalah dengan menambah kapasitas kebutuhan layanan cuci darah bagi para penderita penyakit gagal ginjal di Wonosobo. Hal tersebut terlihat ketika bangsal Hemodialisa yang berada di lantai dua RS PKU diresmikan, Sabtu (4/11). “Kebutuhan layanan cuci darah bagi para penderita penyakit gagal ginjal di Wonosobo terus meningkat. Oleh karenanya kita berupaya untuk turut memenuhi pelayanan tersebut. Saat ini kami baru dapat menyediakan 4 alat saja,” ungkap Direktur RS. PKU Muhammadiyah Wonosobo, dr. Akhmad Muzairi di sela peresmian bangsal Hemodialisa.

Meski baru menyediakan 4 alat, Muzairi mengaku pihaknya akan menambah lagi jumlah alat pembersih darah tersebut sedikitnya 20 alat. Agar nantinya, lanjut Muzairi, pasien gagal ginjal dapat tercover dan tak perlu keluar kota untuk mencuci darahnya. Muzairi menambahkan, layanan di unit hemodialisa tersebut ditujukan bagi semua kalangan, termasuk para pemegang kartu Jamkesda, Jamkesmas dan BPJS. “Kami targetkan dalam waktu tiga bulan lagi sudah terealisasi untuk penambahan alatnya. Kami berharap, dengan telah adanya unit hemodialisa ini, bisa mengurangi antrean cuci darah para pasien gagal ginjal,” harapnya.

Menanggapi kepedulian PKU dalam mengupayakan peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Wonosobo, Junaedi mengaku sangat apresiatif. “Kami berterimakasih atas inisiatif PKU dalam mengupayakan pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Wonosobo”, kata Junaedi setelah memberikan sambutan dalam acara tersebut. Dengan telah dibukanya layanan hemodialis, Jun berharap para penderita gagal ginjal akan semakin mudah mendapat pelayanan yang dibutuhkan, termasuk tak lagi harus mengantre ketika membutuhkan cuci darah rutin. “Saat ini dalam setiap harinya untuk penderita gagal ginjal sudah mencapai angka ratusan. Sedangkan layanan hemodialisa ini se-Kabupaten baru ada 29 unit saja, ditambah 4 dari PKU menjadi 33 unit. Semoga upaya penambahan unit Hemodialisa PKU dapat terealisasi secepatnya,” pungkas Jun. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *