​Pasien Karena Infeksi Menghuni 60% Kamar PKU

by -155 views


WONOSOBOZONE – Sedikitnya 60% tempat tidur yang ada di RS. PKU Muhammadiyah Wonosobo dihuni oleh pasien dengan penderita infeksi. Sedangkan infeksi tersebut disebabkan karena pasien kerap mengabaikan aturan mencuci tangan dengan baik dan benar. Hal itu diutarakan oleh manager perawat RS. PKU Muhammadiyah Wonosobo, Notian Farkhah disela lomba Hand Hygiene antar lembaga kesehatan se-Kab. Wonosobo di auditorium PKU Muhammadiyah, Kamis (2/11). Dari fakta di lapangan, Notian menyebut pasien maupun keluarga pasien dan penjenguk mayoritas belum memahami arti pentingnya cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktifitas. “Di rumah sakit kan identik dengan orang sakit. Kalau keluarga pasien dan penjenguk tidak melakukan cuci tangan sebelum maupun sesudah bersentuhan dengan pasien ya dapat tertular, bahkan terinfeksu juga. Sedangkan disini pasien yang disebabkan oleh infeksi mendominasi mencapai 60% lebih,” ungkap Notian ketika memantau kegiatan yang menjadi salah satu rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN) Kab. Wonosobo 2017.

Bukan hanya pasien dan keluarganya, menurut Notian, para tenaga kesehatan PKU juga masih ada yang belum menerapkan 5 momen cuci tangan ketika melaksanakan kewajibannya. Hal tersebut, lanjutnya, akan menjadi sangat fatal apabila infeksi dari salah satu pasien menular melalui tenaga kesehatan tersebut. “Baru sekitar 80% saja perawat yang melakukan cuci tangan secara baik dan benar pada lima momen cuci tangan. Kami menargetkan awal Januari mendatang kebiasaan baik itu sudah menyeluruh dilakukan oleh tenaga kesehatan PKU,” bebernya. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya cucitangan dengan baik dan benar, Notian mengaku telah mengupayakan berbagai hal, diantaranya memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga pasien, mengajak para lansia untuk senam pagi dengan menyelipkan cara mencuci tangan dan mengadakan berbagai lomba Hand Hygiene (tangan higienis).

Berbagai upaya tersebut dibenarkan oleh Bagian Humas RS. PKU Muhammadiyah Wonosobo, Zulaekha Wulandari. Menurut wanita yang akrab dengan sebutan Wulan tersebut, pihak PKU akan menyelenggarakan lomba Hand Hygiene tidak hanya untuk kalangan tenaga kesehatan saja, melainkan untuk masyarakat khususnnya para remaja. “Untuk agenda selanjutnya, kami berencana untuk membuat acara seperti kontes yang melibatkan para pelajar di Kabupaten Wonosobo. Agar setidaknya tingkat kesadaran masyarakat dalam mencuci tangan dapat meningkat, minimal melalui edukasi para remaja terlebih dahulu,” terangnya. Dengan adanya sosialisasi cuci tangan dengan baik dan benar, Wulan berharap kegiatan-kegiatan tersebut dapat mengingatkan kembali kepada warga terhadap pentingnya cuci tangan yang baik dan benar. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *