Kaliwiro Kecamatan Yang Pertama Deklarasikan ODF

by -55 views

WONOSOBOZONE – Kecamatan Kaliwiro yang mempunyai 21 Desa/Kelurahan sudah mempunyai akses jamban untuk buang air besar 100%, dengan Kepala Keluarga yang memiliki jamban sebesar 93%. Sehingga Kaliwiro sudah memenuhi syarat untuk dideklarasikan sebagai Kecamatan Stop Buang Air besar Sembarangan (Stop BABS) atau Kecamatan Open Defecation Free (ODF). Demikian disampaikan Camat Kaliwiro, Sudaryanto, pada acara Deklarasi ODF dan Pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Kecamatan Kaliwiro, bertempat di lapangan Kalicebuk Kaliwiro, Selasa (31/10).

Sudaryanto juga menyampaikan bahwa peran Kades dan Lurah untuk mendampingi, mengajak masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat sangat terasa. Sehingga kaliwiro menjadi kecamatan pertama di Kabupaten Wonosobo yang dideklarasikan sebagai Kecamatan ODF.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Junaedi, pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa apa yang telah dicapai Kecamatan Kaliwiro, diharapakan dapat memicu kecamatan lain supaya bisa menjadi Kecamatan ODF. Sehingga target Kabupaten Wonosobo sanitasi dalam Universal Akses 2019 yaitu 100-0-100 (100% akses air minum, 0% lingkungan kumuh, 100% akses terhadap sanitasi) bisa terpenuhi.

“akses jamban sehat di Kabupaten Wonosobo mengalami peningkatan sejak 5 tahun terakhir meskipun belum maksimal” ungkap junaedi. Terhitung dari tahun 2013 akses jamban sehat di Wonosobo baru mencapai 32,08%, dan di tahun 2017 hingga hari ini akses jamban sehat baru mencapai 53,64%. Berarti masih terdapat 111.972 KK yang buang air sembarangan. Dan dari 265 Desa di Kabupaten Wonosobo baru 35 Desa yang berstatus sebagai desa ODF terverivikasi.

Agar target 100-0-100 Kabupaten Wonosobo di tahun 2019 bisa terwujud, perlu dukungan dan partisipasi aktif dari pihak terkait serta masyarakat. Dan untuk mewujudkan Wonosobo sehat, selain upaya pemenuhan sanitasi dasar, masyarakat juga harus didorong untuk berpola hidup sehat, “salah satu program yang dilakukan adalah program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), seperti yang dicanangkan pada hari ini di Kecamatan Kaliwiro” pungkas Junaedi.

Senada, Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, juga menyampaikan bahwa sanitasi merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini terkait dengan penyehatan masyarakat dan lingkungan dalam cakupan serta layanan terhadap akses limbah, persampahan, drainase, air minum dan pola hidup bersih dan sehat. Dengan dilaksanakannyaDeklarasi Kecamatan Kaliwiro Menuju Bebas Buang Air Besar Sembarangan ini, merupakan upaya kita bersama untuk mewujudkan komitmen Kabupaten Wonosobo dan khususnya Kecamatan Kaliwiro untuk Stop Buang Air Besar Sembarangan, sekaligus untuk mendukung terwujudnya Universal Akses tahun 2019, yaitu 100% masyarakat mengakses air minum, 0% lingkungan kumuh dan 100% masyarakat mengakses sanitasi.

Eko juga berharap kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap kelestarian lingkungan hidup tidak berhenti disini saja, akan tetapi terus dilanjutkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari, sehingga dapat mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaranmasyarakat tentang pentingnya kelestarian lingkungan hidup, maupun dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk menginternalisasikan nilai-nilai kelestarian lingkungan dalam setiap kegiatannya.

Apa telah dilaksanakan di Kecamatan Kaliwiro dapat menjadi media pembelajarandan dapat dilaksanakan oleh kecamatan yang lain, “mari rubah perilaku hidup masyarakat serta bersama-sama mendukung Pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Bersih Dan Sehat (GERMAS) Kabupaten Wonosobo” pungkas Eko.

Pada kesempatan itu 21 kades dan Lurah se Kaliwiro juga membacakan deklarasi Kecamatan ODF. Dan sebanyak 200 Kader STBM Kecamatan Kaliwiro juga memperagakan senam STBM 200.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *