Eksistensi Budaya dan Bahasa Jawa Terancam Punah

by -126 views

WONOSOBOZONE – Potensi punahnya budaya dan bahasa Jawa dikhawatirkan oleh banyak pihak. Diantaranya oleh beberapa tenaga pendidik yang ada di SMA N 2 Wonosobo. Hal itu memicu para guru beserta pengurus Osis dari sekolah yang berada di jalan Soeharto km 1 Wonosobo tersebut harus memutar otak untuk melestarikannya. Upaya pelestarian budaya dan bahasa Jawa oleh para pelaku pendidikan itu tertuang dalam perayaan peringatan Bulan Bahasa SMA N 2 Wonosobo dengan menggelar beberapa kegiatan lomba bernuansa jawa. Menurut Ketua Panitia Bulan Bahasa, Yularti, kegiatan tersebut berupa debat bahasa, pentas seni tarian tradisional dan cerita kebudayaan jawa, serta festival memasak makanan traisional jawa dan mancanegara. “Ancaman kepunahan itu sebenarnya ironis bila dibandingkan dengan kenyataan bahwa sejak lama Bahasa Jawa telah dianggap sebagai bahasa yang besar. Oleh karenanya, kami bertekad untuk melestarikan hal itu. Nah kami memanfaatkan momentum perayaan bulan bahasa sebagai salah satu wadah untuk melestarikannya. Sesuai dengan tema yang kami ambil, yakni Bedhaya, artinya mengulas kembali budaya dan bahasa jawa,” ungkap Yularti yang juga berprofesi sebagai guru sejarah di SMA N 2 Wonosobo kepada wartawan, Jum’at (27/10)..

.
Menurut Yularti, kurangnya minat para generasi penerus khususnya pelajar untuk mempelajari budaya dan bahasa jawa menjadi salah satu penyebab kepunahannya. Hal tersebut terbukti dari ektrakulikuler (ekskul) bahasa yang telah di selenggarakan pihak sekolah, lanjut Yularti, para siswa lebih memilih ekskul bahasa asing, seperti Inggris dan Prancis dibanding bahasa Jawa. “Bukan hanya itu, dominasi bahasa asing khususnya bahasa Inggris juga terdapat di berbagai hal. Seperti dalam penamaan bangunan, reklame, kain rentang, dan papan-papan penunjuk publik. Hal itu juga dapat mengancam eksistensi bahasa daerah di kalangan masyarakat,” tambahnya..

.
Upaya pelestarian atas ancaman kepunahan budaya dan bahasa jawa dibenarkan oleh Kepala Sekolah SMA N 2 Wonosobo, Fathurrozak. Menurut Pria yang akrab dengan sebutan Rozak tersebut, surutnya penggunaan bahasa dan budaya jawa dapat berimbas secara negative pada berbagai aspek kehidupan, seperti krisisnya sopan santun dari pelajar dalam bersikap kepada yang lebih tua bahkan sampai hilangnya karakter bangsa. “Sekarang sudah mulai terasa tindak tanduk kesopanan dari para remaja sudah mulai berkurang. Kebanyakan mereka tak memiliki urat malu. Pergaulan bebas meraja lela. Kalau ini berlangsung secara terus menerus, akan sangan berbahaya,” tegasnya. Dengan diselenggarakannya kegiatan rutin tahunan yang ditujukan untuk melestarikan budaya dan bahasa Jawa, Rozak berharap pemerintah bersama masyarakat jadi termotivasi bahkan bahu-membahu untuk berperan aktif dalam melestarikannya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *