Angka Nikah Dini Wonosobo Duduki Peringkat Kedua Tertiggi di Jateng

by -95 views

· Rata-rata Usia Nikah 16,7 Tahun

WONOSOBOZONE – Angka pernikahan dibawah 19 tahun yang ada di Wonosobo laris. Hal itu terbukti ketika tahun 2016, angka rata-rata pernikahan yang ada di Kabupaten Wonosobo hanya mencapai 16,7 tahun. “Kabupaten Wonosobo kini menduduki peringkat kedua untuk tingginya angka pernikahan dini di Jawa Tengah. Permasalahan ini menjadi sangat krusial yang membutuhkan penanganan khusus. Butuh sinergitas yang kuat dari instansi terkait dan juga masyarakat,” ungkap Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten Wonosobo, dr. Emi Hidayati di sela kegiatan Jambore ke-8 Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja di kawasan wisata Alam Seroja, Dieng, Sabtu (28/10)..

.
Emi menyebut tingginya angka pernikahan dini dapat menimbulkan dampak negatif yang berantai, seperti rentan terkena kanker serviks, kekerasan dalam rumah tangga, tingginya tenaga kerja Indonesia dan angka perceraian semakin meningkat. Sementara untuk faktor penyebab dari rendahnya usia perkawinan di Wonosobo, lanjut Emi, diantaranya tingkat pendidikan yang rendah, kebutuhan ekonomi dan pergaulan bebas serta beberapa mitos yang ada di Wonosobo seperti penolakan lamaran akan menjadi perawan tua. “Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kami telah berupaya secara maksimal seperti mengadakan sosialisasi pendewasaan usia pekawinan bagi remaja, pembentukan PIK Remaja di setiap sekolah dan setiap desa, mendorong Dinas Pendidikan untuk memasukkan mata pelajaran Kependudukan dalam kurikulum di tingkat SLTP serta mengadakan berbagai kegiatan bagi PIK Remaja seperti Jambore,” bebernya.

.

.
Menurut Emi, kegiatan Jambore yang melibatkan ratusan remaja se-Kabupaten Wonosobo itu juga menjadi salah satu upaya yang cukup efektif dalam meminimalisir tingginya angka nikah dibawah umur. Emi yang juga menjadi narasumber dalam Jambore berharap agar generasi muda Wonosobo menghindari pernikahan dini, karena rentan dengan beragam permasalahan yang berpotensi memicu perceraian. “Belajarlah dan lanjutkan pendidikan hingga setinggi mungkin dan gapai cita-cita demi meraih sukses yang kalian impikan,” imbau Emi.
Imbauan Emi itu selaras dengan tujuan penyelenggaraan Jambore, yang menurut Kepala Dinas PPKBPPPA, dr. Okkie Hapsoro bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pernikahan dan mencegah para pelajar agar tak larut dalam gaya hidup bebas nan penuh resiko. 

.

.

“Awalnya adalah berangkat dari keprihatinan kami akan pola pergaulan remaja masa kini yang kian jauh dari nilai-nilai agama,” tutur Okki yang turut hadir untuk membuka kegiatan Jambore tahunan tersebut. Dengan adanya beberapa upaya yang digalakkan oleh Pemkab Wonosobo, Okki meyakini generasi muda Wonosobo bakal memiliki peran penting bagi kemajuan daerah, serta berkontribusi positif pada upaya mewujudkan Kabupaten Wonosobo yang sejahtera dan mandiri. “Kami berharap generasi muda Wonosobo akan terhindar dari dampak negatif modernisasi zaman, yang berpotensi merugikan masa depan mereka,” pungkasnya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *