Imigrasi Wonosobo tunda penerbitan ratusan paspor

by -44 views

WONOSOBOZONE – Dalam upaya meningkatkan pelayanan penerbitan dokumen perjalanan Republik Indonesia (paspor), kantor Imigrasi kelas II Wonosobo menggelar acara sosialisasi antar instansi, dan masyarakat, Rabu (25/10). Rakor secara resmi dibuka oleh Kepala Devisi Keimigrasian, Ramli HS, SE, M. AP di Hotel Atria Magelang.

Kegiatan sosialisasi prosedur penerbitan paspor menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Devisi Keimigrasian, Ramli HS dan Kepala Kantor Perindustrian Magelang.

Ramli mengatakan bahwa selama ini masih banyak pemohon paspor non prosedural, sehingga dengan adanya sosialisasi, hal tersebut bisa tercegah.

“Pada tahun ini kami Imigrasi Jateng telah menunda 500 lebih penerbitan paspor karena tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku”, ungkap Ramli

Selain itu, tambah Ramli mereka yang paspor nya tertunda juga beberapa terindikasi hendak bekerja ke luar negeri secara ilegal.

“Dengan adanya penundaan itu Masyarakat beranggapan pihak Imigrasi mempersulit pelayanan padahal apa yang kita lakukan tersebut justru merupakan suatu bentuk kehati hatian serta memberikan perlindungan kepada WNI”, tambah Ramli.

Karena berdasarkan pengalaman, lanjut Ramli, banyak pemohon paspor yang tidak kembali lagi ke Tanah Air.

Dari ratusan paspor yang ditunda penerbitan nya, Imigrasi Wonosobo telah menunda sebanyak 247 paspor dari beberapa wilayah kerjanya yakni Wonosobo, Temanggung, Magelang, Purworejo dan Kebumen.

“Penundaan tersebut kami lakukan karena berbagai alasan seperti yang bersangkutan tidak dapat menujukkan bukti syarat dokumen kelengkapan hingga tidak memiliki alasan keberangkatan secara jelas”, ungkap Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo, Soeryo Tarto Kisdoyo yang juga menjadi moderator dalam sosialisasi tersebut.

Soeryo menambahkan, Alasan yang digunakan oleh si Pemohon yang paspornya ditunda bermacam-macam. Ada yang bertujuan untuk haji/umroh/ziarah, magang/program kerja khusus/beasiswa, kunjungan keluarga, pengiriman TKI resmi (pada awalnya), duta budaya, serta pernikahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *