Gerakan Sayang Ibu dan Bayi Desa Keseneng Nominator Terbaik Jawa Tengah

by -14 views

WONOSOBOZONE – Upaya Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk menekan angka kematian ibu dan bayi mendapat apresiasi positif dari Tim Monitoring dan Evaluasi Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB) Jawa Tengah. Hal itu terlihat kemarin, ketika tim berjumlah 8 orang dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah mengunjungi Desa Keseneng, Kecamatan Mojotengah. Ny. Dewi, ketua tim Monev menyampaikan maksud dan tujuan pihaknya berkunjung ke Desa Keseneng tidak lepas dari hasil jawaban kuisioner yang dinilai masuk kategori terbaik. Dengan mengunjungi secara langsung, Dewi mengaku ia akan dapat memberikan penilaian lebih objektif terhadap kiprah pihak desa dalam menangani potensi kematian ibu maupun bayi. 

 

Demi mendapatkan data dan fakta objektif terkait hal itu pula, tim Monev menurut Dewi tidak hanya mengunjungi Desa Keseneng, melainkan juga ke Kantor Kecamatan Mojotengah. Kematian Ibu dan Bayi, diakui Dewi saat ini terus berkurang, namun demikian terjadi pula kasus-kasus baru yang membutuhkan perhatian lebih serius. Jumlah bayi yang meninggal di rentang usia 0-1 tahun dicontohkan Dewi, justru terjadi tren peningkatan dengan penyebab lebih ke arah karena sang ibu menderita kekurangan energi kronis (KEK) saat hamil. Hal itu, dikatakannya juga tidak dapat dilepaskan dari masih tingginya angka kemiskinan, sehingga akses terhadap asupan gizi yang memadai juga rendah. Peran pihak-pihak terkait, tidak hanya Pemerintah Daerah melainkan sampai ke Kecamatan dan pemangku kepentingan di Desa disebut Dewi sangat penting, demi menanggulangi potensi-potensi penyebab kematian pada bayi maupun Ibu saat melahirkan. “Termasuk adanya kesadaran yang dimiliki kalangan pemuda desa untuk siaga membantu Ibu hamil ketika hendak melahirkan, maupun Satgas GSIB Kecamatan dengan programSobo Ngeman Wong Meteng,  kami nilai sangat positif,” tandas Dewi.

 

Pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo, diakui Kepala Dinas Kesehatan, Junaedi memang terus berupaya keras mengurangi jumlah kematian Ibu maupun angka kematian bayi. Sampai menjelang akhir tahun, Junaedi mencatat kematian ibu masih di level satu digit, alias baru sejumlah 9 kasus. Angka tersebut, menurut Junaedi menurun dibanding tahun sebelumnya yang masih 15 kasus. Ke depan, Dinas Kesehatan dikatakannya akan lebih ke upaya preventif, alias pencegahan kematian Ibu agar bisa ditekan sampai ke angka Nol. “Salah satu langkahnya adalah pemberian pil tambah darah bagi para remaja putri demi mengurangi angka anemia, sehingga nantinya apabila mereka sudah menikah dan kemudian hamil, tidak sampai tejadi kasus kekurangan darah yang berpotensi meyebabkan kematian,” pungkas Junaedi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *