Resahkan Warga Sekitar, Usaha Karaoke Dipaksa Tutup

by -11 views

WONOSOBOZONE – Keberadaan salah satu tempat hiburan malam di Kel. Jaraksari Kec./Kab. Wonosobo dianggap membuat resah warga sekitar. Seringnya terjadi perkelahian dan kekisruhan akibat ulah para pengunjung yang sedang dalam pengaruh minuman keras beralkohol membuat warga sekitar menjadi cemas. Hal tersebut di tanggapi dengan cepat oleh warga dengan cara melapor ke pihak ketua RT setempat. Menurut Hermanto, ketua RT yang ada di Kelurahan Jaraksari, adanya berbagai laporan dari warga membuat pihaknya mengambil tindakan tegas dengan meminta pihak pengelola tempat hiburan tersebut untuk tidak melakukan aktifitas. “Laporan warga terlebih dahulu kami pastikan kebenaranya, kemudian kami berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pengurus pemuda lingkungan sekitar. Setelah kami berkoordinasi dengan seluruh elemen masyarakat, akhirnya kami memutuskan untuk menutup tempat hiburan malam tersebut,” ungkap Hermanto kepada wartawan yang didampingi warga setempat usai audiensi dengan pengelola tempat hiburan, belum lama ini..

.
Permintaan pemberhentian aktifitas pada usaha tempat hiburan tersebut dibenarkan oleh Ketua Pemuda setempat, Nurochman. Nur menyebut keresahan warga dalam satu minggu terakhir telah memuncak, yang berujung pada penutupan tempat yang belum memiliki ijin resmi tersebut. “Kejadian keributan pada minggu kemarin yang membuat tak nyaman tetangga sekitar itu bukan yang pertama, melainkan telah beberapa kali dalam 1 tahun terakhir. Nah itu yang membuat kesabaran warga tak dapat dibendung lagi,” terangnya kepada Wartawan, Selasa (24/10). Nur juga menjelaskan bahwa penutupan tersebut sesuai dengan kesepakatan semua warga yang turut hadir dalam musyawarah pengambilan keputusan pada Selasa (17/10). Nurochman juga menghimbau kepada semua pemilik kos-kosan yang ada di wilayah setempat agar menaati peraturan yang telah disepakati bersama oleh seluruh komponen masyarakat, yang diantaranya agar bisa selektif menerima calon penghuni kos yang hendak masuk atau menyewa kos di tempat tersebut. Hal ini, lanjut Nur, dikarenakan sangat sensitifnya warga menilai terhadap perilaku penghuni kos yang kadang bersikap kurang sopan dan menimbulkan pengaruh buruk serta penilaian negatif di lingkungan sekitar. “Awal tahun kemarin, kami telah mengumpulkan seluruh warga disini untuk bersama-sama menyepakati adanya larangan terkait hal tersebut. Setelah kesepakatan terbentuk, kami membuat aturan liingkup kampung. Aturan tersebut kami cetak besar dan kami tuangkan pada banner. Banner tersebut kami pasang di tempat-tempat strategis yang ada di kampung. Adanya banner yang terpasang di beberapa tempat sudah jelas bahwa kampung kami menolak keras adanya hal-hal negatif yang berdampak pada pengaruh sosial di masyarakat,” beber pria kelahiran Kampung Singkir, Kelurahan Jaraksari..

.
Nur menambahkan, penutupan yang dilakukan oleh warga tersebut dilakukan dengan cara sosialisasi dan pendekatan secara persuasif kepada pengelola tempat hiburan malam tersebut. “Agar pihak pengelola bisa memahami tujuan warga sekaligus menghindari tindakan anarkisme yang mungkin bisa terjadi, karena warga sudah sangat geram dengan adanya tempat hiburan malam yang membuat resah itu,” pungkasnya. (Ham)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *