Peringati Hari Santri Nasional, Resolusi Jihad Belum dicabut

by -19 views

WONOSOBOZONE – Memperingati hari santri nasional yang dihelat Lakspesdam PCNU bersama LP Ma’arif, dan Unsiq Wonosobo, diangkat tema Santri Mandiri, Berkarakter, Indonesia Hebat, Nu Jaya. Agenda dihelat Rabu (18/10) di Aula al ‘ala UNSIQ Wonosobo dan diikuti sebanyak 1200 santri lebih mewakili unsur santri/Pelajar SMA/SMK/MA se-Kabupaten Wonosobo. agenda yang diformat dalam halaqoh akbar tersebut menjadi momentum penting dalam pendidikan yang tengah ditempuh sebagai sebuah hadiah dari kemerdekaan RI. Seperti yang disinggung Ketua PCNU Dr. Ngarifin S yang mengajak para santri kembali mengingat jasa para pendiri dan pahlawan bangsa.

“Santri harus memahami bahwa kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran santri dalam mengusir penjajah . Santri memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya pada masa perjuangan kemerdekaan yang telah mampu mengusir penjajah dari bumi nusantara saja, pada pasca kenmerdekaan peran santri dan pelajar nahdliyin juga sangat besar dalam upaya menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya saat membuka acara.

Menurut ketua Ketua PC Lakspesdam NU, Haryanto Alfandi, Halaqoh santri juga menghadirkan tokoh nasional maupun regional yang memiliki peran terhadap perkembangan budaya santri dalam proses transformasi pembangunan berbasis moral.

“halaqoh ini ditujukan untuk membangun kesadaran kolektif kebangsaan dan membumikan budaya santri dalam proses pembangunan. Di samping mengintegrasikan secara strategis sosio-struktur santri dalam mengembangkan tradisi yang konstruktif untuk identitas kebudayaan bangsa. Sehingga bisa menjaga konsistensi tadisi dengan menumbuhkan kesadaran yang tinggi dalam berkebangsaan dan ber-Indonesia,” katanya.

Dalam materinya, Dr Muchotob Hamzah, MM Rektor UNSIQ  menyebut bahwa Santri/Pelajar selain memiliki pengetahuan yang luas, pemahaman islam yang dalam sehingga tidak mudah kafir-mengkafirka.  juga harus memiliki ahlak seperti yang dicontohkan nabi Muhamad.

“Dalam diri Nabi itulah cerminan ahlak Al qur’an. Kita Semua harus Sadar adanya perang saudara di suria dan negara islam lain karena adanya merasa benar sendiri dan menyalahkan kelompok lain ,” ungkapnya.

Materi ke dua dibawakan Ketua PP RMI NU PBNU Ahmad Athoilah yang menyebut bahwaResolusi jihad yang dikumandangkan di era perjuangan merebut kemerdekaan sampai hari ini belum dicabut.

“Santri meski moderat dan melek teknologi  sehingga mampu menggunakan Teknologi sebagai sarana dakwah juga sarana bagi kita untuk berwirausaha. Keutuhan bangsa ini ada ditangan kawula muda salah satunya adalah pelajar dan santri,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *