Ditemukan 497 Kasus TB dan 418 Kasus HIV Hingga September 2017

by -17 views

WONOSOBOZONE – Data Dinas Kesehatan kasus TB di Wonosobo pada 2016 sebesar 1.018 kasus dan ditahun 2017 Triwulan 1-3 sebanyak 497 kasus. Sedangkan dari Komisi Penanggulangan AIDS Wonosobo, kasus HIV sebesar 418 hingga September 2017. Dankasus yang belum ditemukan jauh lebih banyak dari angka di atas.

Keadaan yang sungguh memprihatinkan, hal yang sangat perlu dilakukan adalah penjangkauan/jemput bola para terduga TB maupun HIV dari kota hingga pelosok desa. Sedangkan anggaran APBDKabupaten Wonosobo tahun 2017 adalah 50 juta rupiah untuk TB dan 150 juta rupiah untuk HIV. Jika dibagi 15 kecamatan di Kab Wonosobo maka 1 Kecamatan hanya memperoleh dana sekitar 3,3 juta untuk penanganan TB dan 10 juta untuk HIV dan angka tersebut adalah dana untuk 1 tahun. Sedangkan para penjangkau/kader TB HIV harus bisa menemukan lebih banyak lagi para terduga TB. Dengan dana minim apakah mereka mampu, sedangkan selama ini penjangkauan TB HIV baru mengandalakan dana asing (Global Fun). Demikian disampaikan koordinator SSR TB HIV Care ‘Aisyiyah Wonosobo, Khairul Basyarie, pada Workshop Road Map Penanggulangan TB 20-21 Oktober 2017, bertempat di The Cabin Tanjung Hotel Wonosobo.

Workshop yang diikuti sekitar 40 peserta dari beberapa OPD dan juga LSM,antara lain BAPPEDA, Bag. Kesra Setda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Muslimat, Fatayat, Aisyiyah, Muhammadiyah, Nasiatul Aisyiyah, IBI, PKK, KPA, WYC, KDS Asri hope, Wonosobo berbagi, Keluarga Sosial, PWKI, GOW dan GENRE, menurut Khairul bertujuan untuk mengembangkan roadmap bersama stakeholder terkait, baik dari LSM maupunPemerintah. Mengembangkan rencana aksi daerah. Menyusun dan menyepakati kesepakatan bersama antar parapihak dalam penanggulangan TB.

Di tahun 2020 ada kabar yang menyebutkan bahwa dana Global Fun akan dihentikan untuk Indonesia, maka Pemerintah menjadi yang paling bertanggung jawab untuk meneruskan program penanggulangan TB HIV dengan dana mandiri baik APBN maupun APBD. Untuk itu kepada semua OPDterkait dan juga LSM pegiat TB HIV supayamendorong pemerintah agar segera menerbitkan Perda TB HIV” pungkas Khairul.

Faizun dari Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo pada kesempatan itu juga menyampaikan keprihatinan terhadap kasus TB dan juga HIV yang tinggi di Wonosobo,sedangkan yang belum ditemukan jauh lebih banyak. Maka Pemerintah akan mendukung program penanggulangan TB HIV di Kabupaten Wonosobo dengan segala cara,yang salah satunya adalah mengusahakan adanya Perda TB HIV di Kab Wonosobo.

Pada Workshop ini, selaku narasumber selain Faizun juga Samsul Arifin dari SSR TB HIV Care Aisyiyah Kabupaten Batang dan Kabid P2P Dinas Kesehatan Wonosobo, Jaelan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *