Tak Lebih Dari 30% Warga Wonosobo Yang Mencuci Tangan Pakai Sabun

by -24 views

WONOSOBOZONE – Kesadaran masyarakat untuk mencuci tangan pada sebelum atau sesudah beraktivitas yang berhubungan dengan kuman, ternyata masih rendah. Menurut Direktur RS. PKU Muhammadiyah, dr. Ahmad Muzairi, kesadaran masyarakat Wonosobo untuk mencuci tangan dengan baik dan benar tidak lebih dari 30%. Bahkan Muzairi menyebut, dalam rentang waktu 1 tahun, terdapat 3% lebih penderita yang ada di RS. PKU berasal dari penderita Infeksi, dimana infeksi tersebut berasal dari tangan yang tidak higienis. “Ada beberapa warga yang hanya sebatas paham akan pentingnya cuci tangan, ada beberapa pula yang pernah menderita penyakit cukup parah akibat infeksi yang dikarenakan malas mencuci tangan pakai sabun. Namun hal tersebut tidak menjadikan mereka merubah pola hidup untuk membersihkan tangan pakai sabun dengan benar,” ungkap pria yang akrab dengan sebutan Muzairi kepada Wartawan di sela kontes Hand Hygiene lingkup internal RS dalam memperingati hari cuci tangan sedunia di aula RS. PKU Muhammadiyah Wonosobo, Jum’at (20/10)..

.
Meski demikian, Muzairi mengakui memang sudah ada yang terbiasa cuci tangan, tapi baru sekadar membasuh dengan air. Sementara untuk tenaga kesehatan yang ada di PKU, Muzairi telah mewajibkan semua karyawan selalu menjalankan SOP seperti mencuci tangan ketika hendak bersentuhan dengan pasien. Bahkan setelah memeriksa pasien, lanjutnya, para tenaga kesehatan kembali mencuci tangannya pakai sabun. “Karena dianggap sepele, kebanyakan orang mengabaikan pentingnya cuci tangan dengan benar. Oleh karenanya, kami gencarkan program hand hygiene yang diantaranya dengan kegiatan seperti ini. Semoga, perilaku baik ini bisa di implementasikan di seluruh lapisan masyarakat dan juga bisa istiqomah,” bebernya..

.
Kurangnya kesadaran warga untuk membersihkan tangan dengan baik dan benar juga disampaikan Bagian Humas PKU, Wulandari. Menurut Wulan, selain mewajibkan cuci tangan untuk para tenaga kesehatan, pihak RS juga kerap memberikan edukasi terlebih dahulu kepada pasien maupun penjenguk untuk membersihkan tangan memakai sabun yang baik sebelum atau setelah bersinggungan dengan benda sekitar. “Namanya PKRS, program penyuluhan kesehatan rumah sakit. Itu yang kerap kami lakukan untuk mengedukasi pasien dan pengunjung agar nantinya penyebaran bakteri dapat diminimalisir,” terangnya..

.
Dengan adanya sosialisasi cuci tangan dengan baik dan benar, Wulan berharap kegiatan-kegiatan tersebut dapat mengingatkan kembali kepada warga terhadap pentingnya cuci tangan yang baik dan benar. “Untuk agenda selanjutnya, kami berencana untuk membuat acara seperti kontes yang melibatkan para pelajar di Kabupaten Wonosobo. Agar setidaknya tingkat kesadaran masyarakat dalam mencuci tangan dapat meningkat, minimal melalui edukasi para remaja terlebih dahulu,” pungkasnya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *