​Dugaan Modus Pengkonsumsi Obat Terlarang, IAI Wonosobo Kerap Temui Resep Palsu Dari Remaja

by -300 views

WONOSOBOZONE – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Wonosobo sering kali menemui remaja yang hendak membeli obat berjenis psikotropika menggunakan resep palsu. Ketua IAI Wonosobo, Saefullah mengaku pihaknya kerap didatangi orang –orang tersebut dengan membawa resep palsu untuk menebus obat-obatan tertentu. Terutama jenis obat keras penenang yang berpotensi disalahgunakan oleh pecandu. “Penyalahgunaan obat terlarang kerap dilakukan dalam berbagai modus. Satu di antaranya, penggunaan resep palsu untuk penebusan obat di apotek. Beberapa bulan terakhir, modus itu kerap terjadi di beberapa apotek yang ada di Wonosobo,” ungkap Saefullah kepada wartawan, Selasa (17/10).
.

.
Saefullah mengatakan, kebanyakan dari para pemalsu resep tersebut adalah para remaja. Saat hendak membeli obat, lanjutnya, mereka para remaja secara berurutan menunggu di luar apotek dengan membeli secara bergantian. Dokumen resep juga biasanya bertuliskan nama dokter tertentu di Wonosobo. “Resep palsu sering masuk ke kami, tapi kami bisa mengenalinya dan jelas kami tolak. Biasanya adalah jenis obat yang mencurigakan dan kami khawatir disalahgunakan,” beber Handoko.

.

.
Banyaknya resep palsu yang dijadikan modus oleh para remaja Wonosobo tersebut dibenarkan ketua panitia penyelenggata perayaan hari Apoteker Sedunia wilayah Wonosobo yang juga termasuk anggota IAI, Ika Kantiningtyas. Ika menyebut sedikitnya 10% dari total pembeli di apoteknya merupakan oknum yang menyalahgunakan resep palsu tersebut. Namun menurut Ika, pihaknya mampu membedakan tulisan asli dokter dengan yang palsu. Selain itu, kata Ika, tanpa dokumentasi lengkap, termasuk resep dokter otentik, pihaknya tidak berani memberikan obat kepada pasien. “Jika mencurigakan, biasanya petuga akan menghubungi dokter bersangkutan yang namanya dicatut dalam resep penebusan obat. Dengan demikian, obat tidak akan terdistribusikan secara sembarangan,” jelasnya di sela kegiatan konsultasi gratis dalam perayaan peringatan Hari Apoteker Sedunia di Alun-alun Wonosobo belum lama ini..

.
Beberapa resep palsu yang kerap ditemui itu menurut Ika menjadikan geram para anggota IAI Wonosobo. Oleh karena itu, selain menginformasikan kepada masyarakat untuk lebih waspada dalam mengawasi anaknya, Ika juga mengaku pihaknya bersama IAI Wonosobo akan menggelar konsultasi Apoteker gratis secara rutin dengan intensitas sebulan sekali di Alun-Alun Wonosobo. “Kami tidak hanya cari untung tapi juga memberi informasi obat yang benar kepada masyarakat. Obat itu harus dengan resep dokter. Pengawasan dari Balai POM kepada apotek kan juga ketat,” pungkasnya (ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *