Rawan Bencana, BPBD Wonosobo Harus Dinaikkan Menjadi Tipe A

by -17 views

WONOSOBOZONE – Dilihat dari ancaman bencananya Kabupaten Wonosobo termasuk kategori ancaman tinggi atau komplek. “Wonosobo merupakan salah satu Kabupaten yang ancamannya tinggi, karena hampir seluruh wilayah Kecamatannya rawan longsor bahkan banjir, kebakaran, puting beliungpun ada disini”, demikian dikatakan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jateng Sarwa Pramana dalam acara Rakor Menghadapi Banjir dan Longsor 2017/2018 Bagi BPBD Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Aula Kaantor BPBD Kabupaten Wonosobo, Jumat (13/10).

 

Oleh karena itu menurut Sarwa, BPBD Kabupaten Wonosobo seharusnya sudah dinaikkan dari Tipe B menjadi BPBD Tipe A. “Ini merupakan sebuah kebutuhan bagaimana SOTK yang ada ini untuk di evaluasi lagi dan dinaikkan menjadi BPBD Tipe A”. Mengapa demikian Sarwa beralasan, “ini perlu dinaikkan untuk  mendukung sumber Daya Manusia yang ada serta merubah sistem atau urutan komando atau perintah”, katanya. 


Sarwa mengatakan BPBD terbagi atas tiga unsur yakni Komando, Koordinasi dan Pelaksana. Sehingga dengan adanya satu komando dari pimpinan tertinggi, maka harus tunduk dengan aturan dan perintah atau komando tersebut supaya tidak terjadi tumpang tindih antara SKPD terkait, sehingga apa yang seharusnya dilakukan akan sesuai dengan tupoksinya masing-masing.


Dengan perubahan ini Sarwa berharap semua Kabupaten/Kota se-Jateng akan bergerak menuju ke arah tersebut. “Kami berharap kawan-kawan Kabupaten bisa mengarah kesana, karena perubahan permendagri ini dalam proses dan memang memungkinkan untuk bisa dirubah dan direkomendasi Badan Nasional untuk dinaikkan tipenya”, tambah Sarwa.


Hal senada dikatakan Kepala BPBD Kabupaten Wonosobo Prayit. “Sudah selayaknya BPBD Wonosobo itu Tipe A karena dengan index resiko bencana Indonesia dengan ranking teratas di 20 besar, sehingga memungkinkan untuk dinaikkan tipenya”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *