Kirab Grebeg Suran 2017 Usung Tema Pertanian

by -55 views


Sajikan Patung Tikus Dan Babi Hutan Untuk Usir Hama

WONOSOBOZONE – Berbagai kreatifitas dari ratusan warga Dusun Karangmalang, Desa Mangunrejo, Kec. Kalikajar, Kab. Wonosobo turut memeriahkan karnaval Grebeg Suran 2017 yang digelar pada Minggu (8/10). Berbeda dengan tahun sebelumnya, karnaval rutin yang selalu diadakan pada penghujung bulan Muharram kali ini mengusung tema pertanian. Mengingat mayoritas warga Dusun Karangmalang berprofesi sebagai petani. Beberapa gunungan hasil bumi dan tumpeng serta puluhan ingkung disuguhkan dalam perayaan ini. Bahkan patung tikus, dan babi hutan juga ikut mewarnai kirab yang mengitari Dusun Karangmalang tersebut. Ketua panitia kegiatan, Suwardi ketika diwawancarai menjelaskan, selain memperingati bulan suro, tema karnaval tersebut ditujukan untuk mengungkapkan bentuk rasa syukur warga atas berkah hasil bumi yang melimpah. “Pagelaran karnaval rutin ini kami wajibkan untuk tidak menggunakan mobil hias, melainkan menggunakan alat tradisional lainnya seperti gerobak. Tapi yang menjadi prioritas adalah membawa kreasi patung maupun obyek kirab dengan dipikul. Agar makna keguyuban dusun kami semakin erat, khususnya untuk para pemuda,” terangnya..
Sementara untuk patung tikus dan babi hutan yang dibuat dengan tinggi lebih dari 3 meter tersebut, menurut Suwardi dimaksudkan sebagai pengusir hama. Mengingat banyaknya hama yang kerap menyerang usaha pertanian yang ada di Dusun Karangmalang berupa tikus dan babi hutan. Suwardi menambahkan, sebelum kirab Grebeg Suran dilaksanakan, ritual mengusir marabahaya juga dimunculkan pada awal kegiatan, yakni bernama birat sengkala. Birat sengkala tersebut, lanjutnya, diperagakan oleh Kepala desa setempat dengan mengibaskan air yang menggunakan dauh sirih kearah empat penjuru mata angin. “Sebenarnya acara ini digelar selama tiga hari dengan berbagai rangkaian kegiatan, diantaranya ziarah makam, atraksi abi (permainan api), birat sengkala dan beberapa penampilan kesenian khas Karangmalang. Nah puncaknya ini, karnaval atau kirab Grebeg Suran,” tandasnya..
Upaya mengusir hama dan ungkapan syukur atas berkah yang melimpah dibenarkan oleh Kepala Dusun Karangmalang, Pambudiono. Pria yang telah menjabat sebagai Kadus selama 14 tahun itu mengaku pihaknya tengah memproyeksikan peringatan suran yang ada di Dusun Karangmalang untuk dijadikan festival seni tahunan agar dapat menarik minat pengunjung maupun penikmat seni. “Dulu peringatan bulan Suro ini sempat vakum selama 20 tahun, bahkan hampir punah. Kini setelah 2015 kemarin, dihidupkan kembali oleh warga dengan beberapa modifikasi, kami berupaya mendukung secara optimal untuk dapat mengembangkannya. Agar kedepan, event ini dapat dikenal oleh masyarakat luas,” ungkapnya. Dengan tumbuhnya beragam jenis kreasi dan inovasi dari warga masyarakat, Pambudi meyakini event Grebeg Suran di tahun-tahun mendatang bakal mampu menjadi salah satu daya tarik wisata andalan untuk menarik wisatawan. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *