Desa Serang Kampung Siaga Bencana

by -114 views

WONOSOBOZONE – Bencana alam bisa terjadi di mana saja, kapan saja dan dapat menimpa siapa saja, oleh karena itu, setiap lapisan masyarakat harus mampu untuk mengetahui serta memahami tentang masalah kebencanaan, baik dalam aspek regulasi atau peraturan perundang-undangannya, kelembagaannya, tindakan penanggulangannya, maupun aspek sistem koordinasinya. “Apalagi Kabupaten Wonosobo dengan kondisi wilayah yang berbukit-bukit sangat rawan terhadap musibah tanah longsor, disamping juga rawan terhadap bencana tanah bergerak maupun patahan”, demikian dikatakan Bupati Wonosobo Eko Purnomo sesaat setelah mengukuhkan 60 relawan kampung siaga bencana  Desa Serang Kecamatan Kejajar Rabu (5/10) dilapangan Desa setempata.


Eko memberikan apresiasi positif dengan dilaksanakannya rangkaian kegiatan Pencanangan Desa Serang sebagai Kampung Siaga Bencana tersebut, karena menurutnya, dalam rantai penyelamatan, masyarakat adalah garda terdepan sebagai penolong pertama, dimana dalam waktu 24 sampai 72 jam pertama terjadinya bencana, masyarakat sering terpaksa menyelamatkan diri mereka sendiri dan keluarganya. Di sisi lain, dalam masa ini sangat penting dalam upaya penyelamatan yang cepat dan tepat, penentuan prioritas bantuan, pengungsian yang tepat, dan permintaan serta penyiapan bantuan dari pihak luar, dan apabila salah satu rantai gagal dalam fungsinya maka akan mengagalkan jalannya rantai selanjutnya serta berakhir pada kegagalan sistem penyelamatan.


Terkait pencanangan Kampung Siaga Bencana ini Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Wonosobo, Muawal Soleh menjelaskan, ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah No 466/298, tanggal 25 September 2017 tentang  Kampung Siaga Bencana. 


Di Wonosobo sendiri dikatakan Muawal, rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 3-5 Oktober. Diawali tanggal 3 Oktober dengan dilaksanakannya penyuluhan bencana kepada 100 orang peserta, dilanjutkan dengan pelatihan siaga dan tanggap bencana yang diikuti oleh 60 relawan, terakhir ditutup dengan upacara pengukuhan 60 relawan, dan simulasi bencana tanah longsor. Secara total seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh 410 orang peserta.


Muawal menambahkan pelaksanaan rangkaian kegiatan pencanangan kampung siaga bemcana tersebut dimaksudkan untuk mempercepat proses siaga bencana melalui peningkatan kapasitas masyarakat Wonosobo dalam rangka kesiap-siagaan menghadapi bencana.


Dengan tujuan mempercepat proses pemahaman untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan resiko bencana, dan memepercepat terbentuknya jejaring siaga bencana yang berbasis masyarakat. Serta mengorganisasi potensi masyarakat yang terlatih terkait siaga bencana. Dengan membentuk unit khusus siaga bencana yang berbasis masyarakat di setiap kecamatan sebagai gugus tugas.


Selain itu, juga diarahkan untuk menjamin kesinambungan  prosese kesiap-siagaan dan memperkuat integritas sosial melalui peningkatan intensitas dan kualitas interaksi sosial masyarakat. Sehingga masyarakat akan mampu mengkelola sumber daya  wilayah, potensi serta mampu menganalisa guna penanggulangan bencana.  


Dalam kesempatan tersebut Bupati berkenan menyerahkan logistik secara simbolis. Yang berupa Familly Kids, Food Wear dan Matras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *