MAN Wonosobo Lakukan Kegiatan Manasik Haji

by -97 views

WONOSOBOZONE – Ribuan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wonosobo, melakukan lontar jumroh. Siswa-siswi yang memakai pakaian ihram putih-putih itu tampak berdesak-desakan saat melontar jumroh. Masing-masing anak melontar jumroh tujuh kali dengan menggunakan sarana kerikil sembari melafalkan doa. Karena jumlah pelontar jumroh cukup banyak, tak jarang mereka saling dorong dan berdesak-desakan. Itulah sekilas suasana saat siswa-siswi MAN Wonosobo melakukan praktek manasik haji di Komplek Terminal Bus Mendolo Wonosobo, Sabtu (30/9). Praktek manasik haji tersebut merupakan rangkaian kegiatan pekan muharram 1439 Hijriyah.

Kegiatan manasik haji tersebut langsung dipantau oleh Kepala MAN, yang berada di tengah-tengah anak didiknya. Para siswa dipandu langsung oleh pembimbing haji yang terdiri dari guru dan karyawan MAN Wonosobo.

Ketua Panitia Manasih Haji MAN, Artiyah Al Hafidzoh mengatakan, sebelum melakukan lontar jumroh, peserta manasik haji terlebih dahulu melaksanakan miqod makani (niat haji) yang dilangsungkan di halaman madrasah setempat. Setelah menjalankan miqod makani, lanjut Artiyah, siswa berjalan menuju ke Arofah yang mengambil tempat di serambi Masjid Amal Bhakti Muslim Pancasila yang berada di seberang kampus MAN. Di tempat tersebut, peserta melaksanakan sholat jamak qoshor dan mendengarkan khotbah. “Dari Arofah di Masjid Pancasila siswa melanjutkan perjalanan ke Musdalifah di Gedung Haji sebelah masjid dan berlanjut ke Mina di Komplek Terminal Bus Mendolo untuk melakukan thowaf, lontar jumroh, sai dan tahalul,” ujar Guru Bahasa Arab MAN tersebut.

— Praktek Keagamaan

Di Komplek Terminal Bus Mendolo yang disulap menjadi tempat haji tersebut dipasang ka’bah, tempat jumroh dan bangunan Masjidil Harram. Peserta manasik haji secara bergantian mengelilingi ka’bah dan bukit Shofa-Marwa. Kepala MAN Wonosobo, Muhammad Sidik, menyebut kegiatan manasik haji tersebut merupakan bentuk praktek keagamaan yang harus diikuti siswa-siswi MAN sekaligus mengisi kegiatan Pekan Muharram yang rutin digelar setiap tahun sekali. “Dengan praktek manasik haji, diharapkan siswa bisa memperoleh gambaran secara langsung bagaimana rangkaian pelaksanaan ibadah haji dilakukan. Jadi siswa tidak sekadar belajar teori tapi bisa praktek langsung melalui kegiatan manasik haji”, katanya.

Selain menggelar manasik haji, dalam Pekan Muharram tersebut, Sidik juga mengaku pihaknya memberikan santunan anak yatim piatu. Santunan diberikan kepada 42 siswa-siswi MAN yang berstatus yatim piatu.

Selain itu, imbuh Sidik, juga digelar penggalangan dana bagi kaum muslim di Rohingnya. Penggalangan dana dilakukan oleh siswa ke kalangan keluarga besar MAN. “Dana kemudian disalurkan melalui pihak yang berwenang untuk disampaikan ke warga muslim di Rohingnya,” pungkas Sidik. (Ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *