​Banyak Kritikan, Kualitas Layanan Puskesmas Se-Wonosobo Dibenahi

by -499 views

WONOSOBOZONE – Banyaknya kritikan terkait kurang optimalnya pelayanan Puskesmas di Kabupaten Wonosobo membuat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Junaedi angkat bicara. Pelayanan yang baru-baru ini menjadi sorotan warga itu, menurut Junaedi perlu dilakukan banyak pembenahan. Junaedi mengatakan, dari 24 puskesmas yang ada di Wonosobo, sedikitnya 13 puskesmas menjalani penilaian akreditasi oleh Kementerian Kesehatan. “Upaya peningkatan kualitas layanan di puskesmas-puskesmas se-Wonosobo masih terus dilakukan. Ke-13 puskesmas itu adalah Puskesmas Wonosobo 1, Selomerto 1, Garung, Mojotengah, Watumalang, Kaliwiro, Sapuran, Kepil 1, Kejajar 1, Kalikajar 1, Kalikajar 2, Wadaslintang 1 dan Sukoharjo 1,” terang Junaedi ketika ditemui di ruangannya, Senin (2/10)

Sedangkan 7 Puskesmas lain, menurut Junaedi direncanakan akan diajukan untuk dilakukan penilaian pada tahun 2018 mendatang. Terkait masih adanya puskesmas yang dinilai warga masyarakat kurang optimal dalam hal pelayanan, Junaedi juga mengaku minta maaf dan senantiasa terbuka untuk menerima setiap kritik maupun saran demi perbaikan di masa mendatang. Demi memeperbaiki kualitas pelayanan, Kadinkes juga menyebut pihaknya berupaya melakukan penambahan tenaga kesehatan dan tenaga administrasi di Puskesmas dengan pembiayaan dari anggaran BLUD Puskesmas. “Pada bulan Agustus 2017 lalu, telah dilakukan pula rekrutmen/penerimaan pegawai kontrak BLUD Puskesmas yang meliputi dokter umur, dokter gigi, apoteker, perawat, bidan, perawat gigi, analis kesehatan, tenaga administrasi dan pengemudi,” lanjutnya.

Selain itu, pelatihan-pelatihan bagi para petugas kesehatan juga terus dilakukan pihaknya, demi menciptakan kenyamaan terhadap pasien. Di sisi pelayanan terhadap pasien di Puskesmas, mantan Kepala Badan KB Kabupaten itu menuturkan bahwa tidak ada perbedaan apakah pasien itu pasien Jamkesda, BPJS Kesehatan atau pasien Non Jamkesda dan Non BPJS, semua dilayani dengan standar yang sama. “Khusus bagi peserta BPJS Kesehatan bahkan dapat mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) yaitu penyakit diabetes dan hipertensi di Puskesmas berupa pelayanan pemeriksaan rutin dan kegiatan adukasi serta kegiatan untuk menjaga kebugaran sehingga peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis dapat mencapai kualitas hidup yang optimal,” tegasnya lagi. Fungsi Puskemas, dikatakan Junaedi selain melaksanakan kegiatan pelayanan yang sifatnya memberikan pengobatan (kuratif), juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sifatnya pencegahan (preventif) dan peningkatan (promotif). 

Contoh nyata dari upaya preventif maupun kuratif, disebutkan Junaedi adalah pada tahun 2017 ini  puskesmas dan didukung oleh seluruh komponen masyarakat Wonosobo telah sukses melaksanakan dua kegiatan masal yang sifatnya untuk pencegahan penyakit yaitu, kegiatan pemberian obat pencegahan masal penyakit kaki gajah dengan sasaran masyarakat usia 2 – 70 tahun sebanyak 748.365 orang dan yang sudah mendapatkan dan minum obat pencegahan tersebut sebanyak 660.749 orag (88,29%) dari target sebanyak 80%. “Kemudian kedua adalah kegiatan pemberian imunisasi MR (measles dan rubela)/campak dan rubela dengan sasran anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun, sebanyak 199.305 anak telah medapat imunisasi MR,” tandasnya.

Untuk lebih menegaskan bahwa pihaknya siap menerima setiap kritik maupun saran terkait layanan kesehatan di Kabupaten Wonosobo, baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah, Kadinkes meminta agar warga masyarakat yang merasa tidak dilayani dengan baik, bersedia menyampaikan aspirasi mereka ke kotak saran yang sudah tersedia di puskesmas-puskesmas, maupun langsung ke dinas kesehatan kabupaten Wonosobo lewat email : dinkes@wonosobokab.go.id, atau telpon (0286) 321033. “Silahkan dimanfaatkan kanal-kanal aduan yang tersedia tersebut, dan akan kami tindak lanjuti secepatnya,” pungkas Junaedi. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *