Pasar Sapuran Dipugar, Pedagang Tempati Pasar Sementara Di Pabrik Kayu

by -37 views

WONOSOBOZONE – Pembongkaran pasar tradisional di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo tengah dilakukan. Yakni pasar Kecamatan Sapuran, Kecamatan Kepil dan Kecamatan Kalibawang. Hal tersebut, menurut salah satu pedagang pasar Sapuran, Robi Laela (28) telah dimulai sejak lima hari yang lalu. “Sejak Sabtu (23/9) sudah ada aktivitas bongkar-bongkar di pasar Sapuran. Kabarnya dari yang berwenang itu, gak cuma pasar Sapuran saja yang akan direnovasi, tapi pasar Kepil dan Kalibawang juga,” terang wanita yang akrab disapa Laela tersebut kepada wartawan, Rabu (27/9).

Upaya renovasi pasar tradisional menjadikan para pedagang rela untuk menempati pasar darurat yang telah disediakan. Laela mengaku pihaknya memindahkan barang dagangan sejak Jumat sore (22/9) sebelum pasar dipugar. Sedangkan pasar sementara tersebut berada di lokasi yang tak jauh dari pasar yang tengah diratakan. “Kepindahan pasar yang berlokasi di pabrik Mekar Abadi 4, Desa Koplak, Kec. Sapuran ini jelas mempengaruhi hasil dagangan. Namun kita dapat menerimanya. Karena itu hanya soal waktu. Jadi kita harus bersabar sampai renovasi pasar selesai,” tambah Laela saat berjualan dilokasi yang jaraknya hanya sekitar 750an meter dari pasar Sapuran.

Sementara, salah satu warga setempat yang juga berdagang di pasar Sapuran, Kasmiran, mengatakan pasar yang akan dibangun hanyalah pasar bagian timur saja. Sedangkan kios-kios di bagian barat terminal masih berjualan seperti biasanya. Meski ditempatkan di pasar sementara, Kasmiran mengaku pihaknya bersama para pedagang mengeluhkan sempitnya lapak yang dialokasikan untuk pedagang. “Lapaknya cuma 1,5m. Tetapi kami berusaha menerimanya. Kalau soal pembangunan, Katanya sih akan berlangsung selama setahun. Pasar juga akan dibuat bertingkat, lebih rapi dan bersih ketimbang bangunan yang dulu,” bebernya.

Kepada pemerintah, pedagang  berharap pembangunan bisa selesai tepat waktu, lancar dan nyaman untuk dihuni setelah pasar selesai dibangun nantinya. Selain itu, mengenai pembuangan limbah dan pengelolaan sampah pasar serta instalasinya, Kasmiran meminta agar lebih diperhatikan. “Pinginnya kita bisa rampung sesuai rencana. Gedungnya bagus, bersih dan pengunjung nyaman,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasar yang sedang mau dibangun tersebut memang sudah tidak layak untuk berjualan. Atapnya banyak yang bocor, sistem drainasenya buruk sehingga membuat kesan kumuh. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *