Potong Tumpeng Peringati Hari Agraria

by -26 views

WONOSOBOZONE – Sudah menjadi agenda tahunan Badan Pertanahan Nasional (BPN) di seluruh Indonesia setiap tanggal 24 September untuk memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional. Tidak terkecuali BPN Wonosobo, peringatan tahun ini di lakukan dengan melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dan potong tumpeng.


Bertempat di Halaman Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Senin(25/9) dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasioal Tahun 2017. Upacara dimulai pada pukul 07.30 WIB, dan bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo.


Dalam amanatnya Agus membacakan Sambutan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional, yang berisi tentang Pasal 33 Ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, yang menyatakan bahwa “bumi dan air dan kekayaan alam yang ada di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” 


Dari amanat Pasal 33 Ayat (3) tersebut, maka pada tanggal 24 September 1960 diterbitkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, atau sering disebut dengan UUPA yang setiap tahun di peringati sebagai Hari Agraria Nasional.


Terkait hal tersebut Agus berharap dan menegaskan agar Badan Pertanahan Nasional terus berupaya mengawal dan mengimplementasikan semangat UUPA untuk menyelesaikan permasalahan Agraria/ Pertanahan yang sampai saat ini masih merupakan masalah bangsa.


Ketimpangan struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah masih terjadi, yang mengakibatkan masih tingginya angka kemiskinan, pengangguran, sengketa dan konflik tanah serta kerusakan lingkungan.


Pembangunan ekonomi yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masih terhambat oleh karena belum maksimalnya pengaturan masalah pertanahan. 


Reforma Agraria merupakan komitmen pemerintah melalui program legalisasi dan redistribusi tanah seluas 9 (Sembilan) Juta Hektar yang terdiri dari 600 Ribu Hektar Tanah Transmigrasi, 3,9 Juta Hektar Tanah Legalisasi Aset, 400 Ribu Hektar Tanah Bekas HGU/ Tanah Terlantar/ Tanah Negara dan 4,1 Juta Hektar Tanah Pelepasan Kawasan Hutan. 


Sehingga program tersebut diharapkan dapat diselesaikan pada tahun 2019, sehingga diperlukan upaya serius dan bersungguh-sungguh untuk merampungkannya.



Sampai dengan akhir tahun 2016, baru sekitar 45% jumlah bidang tanah yang sudah terdaftar di seluruh Indonesia. Kementerian ATR/BPN melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) bertekad menyelesaikan pemetaan, registrasi dan sertifikasi tanah di seluruh Wilayah Republik Indonesia hingga tahun 2025.


Jika pada tahun-tahun sebelumnya, target sertifikasi tanah rakyat melalui PRONA, kurang dari 1 juta bidang per tahun, maka pada tahun 2017 ini targetnya ditingkatkan menjadi 5 juta bidang tanah, kemudian meningkat lagi menjadi 7 juta bidang tanah pada tahun 2018 dan pada tahun 2019 ditingkatkan menjadi 9 juta sertipikat tanah akan diterbitkan.


Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Agus Subagiyo mendapat kehormatan lakukan pemotongan tumpeng dan diserahkan kepada Kepala BPN Kabupaten Wonosobo Bambang Respati, yang selanjutnya diserahkan kepada karyawati termuda Aline Nurmalasari sebagai rasa terimakasih dan penghargaan kepada seluruh pegawai di lingkungan BPN Wonosobo atas dedikasi kerja yang telah dilakukan selama ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *