InHouse Training, Upaya Amankan e-Gov Dari Serangan Hacker

by -62 views


Upaya Amankan e-Gov, Peserta Pelatihan Dikenalkan Beragam Jenis Serangan Hacker

 

WONOSOBOZONE – Dinas Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo bersinergi untuk membangun kesadaran akan keamanan sistem Informasi Pemerintah Daerah. Menggandeng Inixindo, sebuah lembaga konsultan Teknologi Informasi terkemuka asal Jogjakarta, Dinas Kominfo dan BKD memberikan pelatihan khusus untuk sejumlah pegawai yang nantinya bakal berperan dalam upaya pengamanan sistem informasi di lingkup Pemkab Wonosobo. Melalui pelatihan selama tiga hari, yang digelar mulai Senin (25/9) tersebut, para peserta diberikan pemahaman mengenai konsep dasar keamanan sistem informasi, serta beragam jenis ancaman yang mungkin akan berpotensi mengganggu jalannya sistem.

 

Arindra Saktiawan, narasumber tunggal pada pelatihan bertajuk Inhouse Training Kesadran Keamanan Sistem Informasi Untuk Pemerintah Daerah tersebut memaparkan kunci sukses sebuah sistem terletak salah satunya pada terjaminnya keamanan, sehingga tidak mudah mengalami gangguan, baik lantaran faktor internal maupun faktor eksternal. “Ancaman terhadap berjalannya sebuah sistem, terutama yang berbasis internet sudah sangat banyak macamnya, mulai dari yang sekedar virus berdaya rusak rendah sampai pada potensi munculnya hacker maupun cracker yang dapat merusak sistem hingga memerlukan instalasi ulang sistem,” terang Arindra.

 

Di lingkup Pemerintah Kabupaten, sejumlah sistem disinyalir Arindra juga sangat rawan dengan serangan-serangan hacker seperti sistem di rumah sakit daerah, Dinas Pendapatan Daerah, atau KPU Daerah. “Bisa jadi serangan dilakukan oleh hacker yang masih dalam taraf belajar sehingga tidak terlalu membahayakan, namun tidak menutup kemungkinan serangan dilakukan oleh hacker profesional yang memang berniat jahat terutama di musim-musim rawan politik seperti pada proses pemilihan kepala daerah atau pemilihan legislatif,” beber Arindra.

 

Mengingat semakin canggihnya pola-pola gangguan yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem informasi pemerintah daerah itulah, Arindra menegaskan sebanyak 15 peserta pelatihan harus serius mengikuti semua materi yang akan diberikan selama tiga hari pelatihan. “Output dari pelatihan adalah nantinya setiap peserta mampu mengidentifikasi celah keamanan yang ada pada sistem informasi yang digunakan di instansinya masing-masing, serta memahami melakukan pengamanan terhadap jaringan dan sistem informasi yang ada baik  dari berbagai ancaman yang berasal dari jaringan lokal maupun dari Internet,” tandasnya.

 

Pentingnya pemahaman secara komprehensif terhadap materi pelatihan juga ditegaskan Kepala Bidang Informatika Dinas Kominfo, Sulistiyani. Pelatihan untuk membangun kesadaran keamanan sistem informasi daerah bagi operator teknis sistem dan jaringan tersebut, menurut Sulistiyani merupakan tahap kedua, setelah sepekan sebelumnya pelatihan serupa juga digelar untuk jenjang administrator sistem dan jaringan. “Selain mengetahui ancaman yang ada, peserta pada pelatihan tahap ini juga akan diarahkan untuk melakukan identifikasi kelemahan-kelemahan yang ada pada sistem informasi yang digunakan, yaitu dengan cara melakukan analisa dan penetration testingterhadap sistem tersebut melalui berbagai tehnik penyerangan seperti yang dilakukan oleh seorang hacker,” urainya. Dengan pemahaman yang telah terbangun tersebut, resiko terhadap keamanan sistem informasi diyakini Sulistiyani akan bisa diminimalisir sehingga proses e-Government dalam instansi pemerintah daerah bisa berjalan dengan aman, baik, dan lancar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *