Dinilai Sulit Lakukan Pengembangan, RSUD Wonosobo Rencanakan Pindah Lokasi

by -178 views

WONOSOBOZONE – Susahnya melakukan pengembangan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRT Setjonegoro Wonosobo direncanakan pindah lokasi. Selain itu, kurang representatifnya bangunan RSUD dinilai menjadi salah satu faktor pendukung untuk merealisasikan hal tersebut. Kepala RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, dr. Muhammad Riyatno menyebut pihaknya telah melakukan diskusi lintas sektoral terkait perpindahan gedung RSUD. “Kondisi gedung RSUD saat ini sudah tak lagi representatif karena minimnya jumlah tempat tidur pasien. .

Sedangkan jika dilakukan pengembangan gedung layanan, akan susah, karena lahan terbatas. Ditambah letaknya yang sudah kurang strategis bagi para pasien maupun keluarga pasien yang datang. Jadi sudak selayaknya RSUD KRT Setjonegoro beralih ke tempat yang lebih luas,” ungkap Riyatno kepada wartawan, Sabtu (23/9).

.
Berdasarkan hasil diskusi tersebut, Riyatno menuturkan Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah sepakat untuk memindahkan RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo ke tempat yang lebih luas. Dengan harapan, jumlah tempat tidur RS yang ada di Wonosobo dapat tercukupi, setidaknya satu tempat tidur dapat mewakili sedikitnya 1000 orang. Karena, lanjutnya, jumlah tempat tidur pasien di tiga RS yang ada di Wonosobo apabila dijumlahkan masih sekitar 650an unit. “Kondisi saat ini, jumlah tempat tidur di RSUD mencapai 253 kamar, RS PKU sekitar 200 kamar dan RSI sekitar 200 kamar. Jika ditotal, masih jauh dari kebutuhan. Idealnya, setiap 1.000 jiwa penduduk terwakili satu tempat tidur. Jika kondisi saat ini total penduduk di Wonosobo sekitar 800 ribu jiwa lebih, harusnya jumlah tempat tidur yang tersedia mencapai 800-an kamar,” jelasnya.

.
Meski seluruh instansi terkait telah menyepakati perpindahan RSUD, Riyatno menyebut keputusan mutlak ada di tangan pimpinan tertinggi daerah, dalam hal ini Bupati Wonosobo. Riyatno berharap lahan yang akan digunakan untuk pembangunan gedung baru RSUD KRT Setjonegoro memenuhi beberapa persyaratan, seperti halnya mempertimbangkan kemudahan akses dan luas wilayah memenuhi standar, baik untuk pembangunan tempat tidur, ruang terbuka hijau maupun pengolahan limbah. “Hasil pertemuan bersama Asisten Pembangunan Setda Wonosobo bersama DPKAD, DPRD dan BAPPEDA dan SKPD terkait, kami sepakat menggunakan lahan di sekitar Taman Fatmawati Wonosobo untuk pembangunan gedung baru, semoga bisa cepat terealisasi,” bebernya.

.
Sementara, menurut salah satu warga Wonosobo, Muhammad Iqbal Fahrurozi mengatakan akses jalan menuju RSUD KRT Setjonegoro saat ini dinilai kurang bersahabat. Pasalnya, apabila masyarakat yang ingin datang ke rumah sakit menggunakan kendaraan umum, harus berganti beberapa kali angkutan untuk menuju lokasi. Belum lagi, lanjutnya, saat terdapat kegiatan di pusat kota, maka kendaraan dialihkan melintasi Jalan Setjonegoro. “Kami merasa jaminan kemudahan akses menuju rumah sakit sering terkendala. Ketika ada acara di pusat kota, mesti jalan RSUD macet. Jadi, kami sangat menyetujui apabila RSUD KRT Setjonegoro dipindah ke tempat yang lebih luas,” pungkas pria yang akrab dengan sebutan Iqbal itu.
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *