Pancurwening Diproyeksi Jadi Sentra Batik Khas Wonosobo

by -56 views

WONOSOBOZONE – Kesuksesan batik bumi tanoshi yang dikembangkan warga Kelurahan Tawangsari, menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Wonosobo. Salah satu yang mulai mengikuti jejak untuk serius mengembangkan kerajinan batik khas tersebut adalah warga Desa Pancurwening. Camat Kota, Zulfa Ahsan Alim saat ditemui  di kantornya, Selasa (19/9), mengungkapkan upaya melatih warga Pancurwening untuk mulai membatik sudah dimulai sejak Senin (18/9) dan akan berakhir pada Rabu (20/9).

“Kami memproyeksikan Pancurwening nantinya sebagai sentra kerajinan batik khas Wonosobo yang kedua, setelah Bumi Tanoshi di Kelurahan Tawangsari,” terang Zulfa. Pihaknya pun menggandeng pasangan suami-istri, Waluyo dan Sa’diyah, penggagas bumi tanoshi untuk melatih 30 lebih warga Pancurwening, mulai dari ibu-ibu kader PKK desa, sampai para pemuda-pemudi nya. Menurut Zulfa, antusiasme warga desa Pancurwening cukup tinggi karena mereka juga ingin maju. “Kades setempat pun sangat support dengan adanya pelatihan ini, karena nantinya desa Pancurwening bakal merasakan manfaat positif apabila benar-benar mampu menjadi sentra batik khas,” lanjut Zulfa.

Mengingat prospek batik khas Wonosobo yang masih sangat terbuka, Zulfa meyakini dengan keseriusan semua pihak yang terlibat, upaya mengembangkan Pancurwening sebagai sentra batik akan bisa diwujudkan. “Industri ini masih sangat bagus dari sisi pemasarannya, karena saat ini, Bumi Tanoshi juga mulai kewalahan melayani permintaan konsumen,” tegas Zulfa. Dengan munculnya Pancurwening sebagai penopang kebutuhan batik, maka ke depan Zulfa mengaku optimis tingkat perekonomian warga pun kian meningkat. “Selain itu, tumbuhnya sentra batik juga akan menekan jumlah pengangguran, serta menjadi daya dukung sektor Pariwisata di Wonosobo,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *