​Usai Ulambana, Jemaat Hok Hoo Bio Bagikan 1500 Sembako

by -356 views

WONOSOBOZONE – Usai menghelat ritual Ulambana, Jemaat Klenteng Hok Hoo Bio Kabupaten Wonosobo membagikan sembako sedikitnya 1500 paket kepada warga setempat yang kurang mampu dan beberapa buruh gendong maupun kuli pasar. Salah satu anggota Forum Kerukunan Umat beragama Wonosobo, Ahmad Baehaqi yang turut hadir adalam kegiatan tersebut berharap aksi sosial para penganut dari tiga agama seperti Budha, Taoisme dan Konghucu yang menjadi jemaat Klenteng Hok Hoo Bio tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan. Terlebih momentum tersebut juga bisa mendekatkan masyarakat sehingga terjalin kerukunan antar umat beragama. “Agenda sosial ini sangat penting, karena terlepas dari agama maupun kepercayaan apapun. Saling membantu adalah ajaran universal dan juga sebagai media untuk memupuk kerukunan bersama,” terang pria yang akrab disapa Haqi kepada waratawan, Rabu (20/9).
.
Sementara, salah satu penasehat Konghucu Wonosobo, Hasan Akli menuturkan agenda rutin tahunan tersebut sudah dilaksanakan sejak Klenteng berdiri. Menurut Hasan, Ulambana merupakan ritual yang digelar pada akhir bulan ketujuh sesuai kalender Imlek atau biasa disebut Cit Gwe dengan wujud sembahyang leluhur yang diselenggarakan oleh umat Buddha, Taoisme, maupun Konghucu untuk mengirimkan doa sekaligus perbekalan berupa sesaji kepada orang tua yang telah meninggal dunia. “Pembagian paket sembako ini merupakan ungkapan rasa syukur kami sekaligus membantu warga yang kurang beruntung. Karena dalam ajaran kami, mengasihi sesama manusia adalah sebuah keharusan,” ungkap Hasan.

.

Penasehat DPD Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) wilayah Wonosobo, Lukito mengaku pihaknya juga telah menggelar agenda tersebut sejak masa kemerdekaan. Bahkan menurutnya, sisi keberagaman di klenteng Hok Hoo Bio sudah menjadi ciri khas yang melekat dan agenda Ulambana tersebut menjadi salah satu media untuk membantu masyarakat sekitar yang kurang beruntung sekaligus merayakan bulan ke-7. “Di Budaya Cina, ulambana ini hampir sama dengan nyadran atau juga disebut Cioko atau sama dengan merdi yang juga meliputi sedekah bagi masyarakat,” bebernya..
Terpisah, dalam ritual Ulambana kali ini, menurut Ketua harian klenteng, Salim Kardianto, pihak yang terlibat tidak hanya dari internal umat Tridarma, namun juga para kerabat lintas kepercayaan yang turut membantu hingga pembagian sembako. Hal itu, menurutnya menjadi salah satu hal positif yang bisa terus dilakukan di Wonosobo. Untuk pembagian sembako juga telah dikoordinir dengan pembagian kupon melalui RT di kampung-kampung sekitar Klenteng hingga ratusan buruh gendong dan buruh angkut pasar induk. “Yang istimewa di Ulambana kali ini adalah keterlibatan para rekan-rekan termasuk mas Haqi dan kawan-kawan yang ikut membantu. Kami sangat mengapresiasi hal itu sebagai bentuk solidaritas,” pungkas pria yang akrab disapa koh Gowt itu. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *