Pepadi Kenalkan Karakter Wayang Ke Anak-Anak Plobangan

by -36 views

WONOSOBOZONE – Gelar Merti Dusun menyambut pergantian Tahun Hijriyah yang digelar warga masyarakat Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto mulai Rabu (20/9) menjadi momentum pembelajaran karakter bagi generasi muda desa setempat. Hal itu terlihat, sesaat sebelum dimulainya pagelaran wayang kulit sesi pertama yang dipentaskan oleh dalang muda, Ki Tatag Taufani. Sejumlah anak usia sekolah dasar yang tampak antusias hendak menyaksikan pagelaran, diundang naik ke atas panggung oleh penggiat seni pewayangan dari Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Wonosobo, Bambang Sutejo. Satu per satu anak tersebut kemudian ditunjukkan karakter wayang dan diberikan soal perihal siapa dan bagaimana sifat-sifatnya.


Sebagian dari mereka tampak sudah paham dengan karakter yang diperlihatkan, sementara sebagian lainnya mengaku belum tahu siapa nama wayang yang ditunjukkan kepada mereka. Bagi yang bisa menjawab dengan benar, Bambang kemudian memberikan hadiah berupa buku dan peralatan tulis menulis untuk menunjang kebutuhan sekolah mereka. Sementara, bagi sejumlah anak yang terlihat belum memahami karakter wayang pun, Bambang tetap memberikan hadiah serupa namun dengan catatan mereka harus mendengar cerita perihal karakter sejumlah wayang. “Anak-anak jaman sekarang mesti dipahamkan tentang seni pewayangan ini karena dari wayang kulit mereka dapat belajar bagaimana karakter mulia untuk menghadapi kehidupan dengan baik,” jelas Bambang.


Seni pewayangan, selain untuk mengajarkan dan membentuk karakter generasi muda, dikatakan Bambang juga dapat digunakan untuk membendung derasnya arus modernisasi dari luar Negeri yang cenderung tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia. “Contohnya dari karakter Bima, atau dikenal juga dengan nama Werkudara ini anak-anak dapat belajar mengenai sifat seorang ksatria ulet dan pantang menyerah,” lanjutnya. Demikian pula dengan karakter wayang lainnya seperti Durna, Semar, maupun Arjuna yang menurut Bambang memiliki nilai edukasi luar biasa bagi anak-anak seusai sekolah dasar.


Upaya Pepadi memahamkan seni pewayangan beserta karakter-karakternya kepada anak-anak desa Plobangan, selaras dengan tujuan digelarnya Merti Dusun dalam rangka menyambut datangnya Bulan Muharram.  Kepala Desa Plobangan, Ismail menerangkan tujuan pihaknya menggelar merti dusun, memang lebih kepada keinginan untuk menyadarkan pentingnya nguri-uri budaya dan seni tradisional. “Kami sebagai sesepuh desa merasa prihatin dengan anak-anak sekarang yang cenderung lebih senang dengan budaya luar serta kurang mengenal seni dan budaya warisan nenek moyang kita,” ungkap Ismail. Keinginan yang diwujudkan melalui Merti Dusun tersebut, menurut Ismail juga disambut positif oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo, serta Pepadi. “Kami bersyukur upaya melestarikan tradisi Desa Plobangan, yang juga merupakan bagian dari sejarah terbentuknya Kabupaten Wonosobo ini mendapat dukungan penuh Dinas Kominfo dan Pepadi,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *