Gandeng RSI, PPTQ Al Asy’ariyyah Kalibeber Khitan 30 Santri

by -168 views

WONOSOBOZONE – Sedikitnya 30 santri yang ada di Pondok Pesantren terbesar se-Wonosobo, Al-Ashariyah terlibat dalam khitan massal yang digelar oleh Rumah Sakit Islam (RSI) Wonosobo belum lama ini di ponpes yang berada di Kelurahan Kalibeber, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo. Dengan menggandeng Al-Ashariyah, Direktur RSI Wonosobo, dr. Sudibjo Juwono mengaku pihaknya menerjunkan 13 paramedis dan dokter penanggung jawab, mengingat banyaknya peserta yang terlibat. “Biasanya hanya sekitar 20 sampai 25 yang ikut khitan massal. Namun kali ini cukup banyak. Semoga apa yang kita upayakan dapat menjadikan para santri lebih semangat dalam menjalankan ibadah islam,” ungkap dokter yang akrab dengan sebutan Dibyo kepada wartawan, Selasa (19/9)..
Tak hanya lingkup pesantren, Dibyo juga menyebutkan para santri yang ada di beberapa desa setempat juga turut mendaftar dalam agenda rutin tahunan tersebut. Selain agenda khitan massal, dalam rangka haflah RSI yang ke-20 dan khoul KH. Muntaha sang pendiri pondok pesantren Al-Ashariyah yang ke-20, beberapa agenda kegiatan juga turut meramaikan, seperti bhakti sosial, operasi bibir sumbing dan ziarah makam. “Bukan hanya anak yang tidak mampu, tapi untuk semua kalangan. Karena sudah kami niatkan untuk selalu melaksanakan wasilah khitan masal. Dengan wasillah kegiatan ini, kami berharap nantinya akan menurunkan generasi yang dapat meneruskan perjuangan pondok pesantren, khususnya pondok pesantren Al-Asyarirah,” tandas Dibyo.

.
Sementara itu, menurut Humas RSI Wonosobo, Laelatussofa, acara tersebut terlaksana sebagai bentuk rasa syukur pihak RSI atas berdirinya selama 20 tahun dalam turut serta membangun Wonosobo melalui pengobatan. Ia menjelaskan, kegiatan kepedulian tersebut menjadi bagian dari komitmen RSI untuk berbagi dengan sesama. Terlebih, kegiatan tersebut dilakukan disejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Wonosobo. Kedepan, wanita yang akrab dengan sebutan Ela itu berharap acara tersebut akan terus terlaksanakan setiap tahunnya sehingga dapat membantu masyarakat yang ingin mengkhitan anak-anaknya. Dan selanjutnya akan terus bertambah pesertanya. “Semoga kegiatan yang dilaksanakan bisa membantu masyarakat sebagai ajang berbagi antar sesama,” pungkas Ela. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *