1400 Mahasiswa Baru Ikuti Ospek UNSIQ 2017

by -25 views

WONOSOBOZONE – Usai berhasil mengangkat tema Nasionalis Murni pada tahun ajaran sebelumnya, kini Orientasi Studi Dan Pengenalan Kampus (Ospek) dari Universitas Sains Al-Quran (UNSIQ) Jawa Tengah Di Wonosobo tahun ajaran 2017/2018 mengangkat tema Pesantren dengan berbagai kegiatan. Menurut Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsiq, Sayfurrohman, konsep pesantren terebut terdiri dari beberapa kegiatan, diantaranya Khataman Al-Quran 40 kali, gerakan 5000 Bacaan Asmaul Husna dan aksi penggalangan bantuan untuk panti asuhan se-Kabupaten Wonosobo. “Kegiatan lainnya adalah mengangkat semangat nasionalis, kebudayaan dan kepesantrenan serta aksi penggalangan dana untuk korban Rohingya. Yang jelas kita menjauhi adanya aksi perpeloncoan dalam kegiatan Ospek mahasiswa baru Unsiq yang digelar selama 3 hari ini, tutur pria yang akrab disapa Rohman kepada wartawan, Sabtu (16/9).

Uniknya, Ospek yang diikuti oleh 1400 mahasiswa baru tersebut mengenakan atribut yang berbeda setiap harinya. Yakni kostum nasionalis di hari pertama, kostum batik di hari kedua dan hari terakhir menggunakan sarung bagi laki-laki serta gamis bagi perempuan. “Tujuan kami mengambil konsep ini untuk menerapkan ikon Unsiq yang berbasis pada pesantren. Dengan harapan, lulusan dari Unsiq memiliki jiwa pesantren nan agamis. Mengingat kondisi remaja Indonesia saat ini tengah mengalami krisis sopan santun,” bebernya.

Sementara terkait peluang para lulusan sarjana, Rektor Unsiq, Muchotob Hamzah usai membuka kegiatan Ospek mengatakan rasa sosial dan ketrampilan menjadi salah satu kunci keberhasilan mahasiswa nantinya, diluar dari baiknya nilai akademik. Mengingat tahun 2016, sebanyak 695 ribu sarjana mengangur dari total 7,03 juta pengangguran diIndonesia. “Berarti lebih dari 13% pengangguran di Indonesia didominasi oleh Sarjana. Hal itu berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) RI. Realita tersebut wajib diketahui mahasiswa baru sebagai pengetahuan dasar, agar selama empat tahun kedepan dalam menjalankan studinya bisa menyiapkan pribadinya yang siap di posisikan dalam situasi negara yang seperti ini,” terangnya.

Dengan adanya kurikulum berbasis yang ada di Unsiq, Muchotob meyakini lulusan Unsiq akan mampu bersaing di era global. Bukan hanya semata-mata mencari Ijazah. “Semoga seluruh lulusan Unsiq nantinya menjadi pribadi yang dirindukan,” pungkas Rektor. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *