Dari Status Normal, Kini Kawah Sileri Menjadi Status Waspada

by -24 views

WONOSOBOZONE – Sejak Rabu (13/9) pukul 20.45 WIB sampai Kamis (14/8), Kawah Sileri yang berada di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kab. Banjarnegara kembali beraktivitas. Namun berbeda dengan kejadian sebelumnya, kini aktivitas kawah terbesar yang ada di kawasan Dieng itu memunculkan gempa tremor. Hal tersebut menjadikan Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Kawah Sileri, dari level I (normal) menjadi level II (waspada). Menurut Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Surip, peningkatan status kawah tersebut berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahaya. “Status Kawah Sileri dinaikkan dari normal menjadi waspada sejak hari Kamis (14/9) pukul 23.00 WIB. Berdasarkan pengamatan visual Gunung Api Dieng, khususnya Kawah Sileri dari periode bulan Juni 2017 hingga 14 September 2017, pada umumnya cuaca cerah-mendung hingga hujan, dengan curah hujan maksimal 88,9 milimeter,” ungkap Surip, Jumat (15/9).

Surip menambahkan, gempa tremor tersebut disebabkan karena adanya pergerakan fluida di bawah tanah dengan tren amplitudo yang semakin membesar. Selain gempa, Surip juga mengatakan suhu tanah di kawah yang sempat meletus bulan Juli 2017 lalu ini mengalami peningkatan. “Dari sisi pengamatan kegempaan sejak bulan Juni 2017 hingga 14 September 2017, terekam 24 kali gempa tektonik jauh, 173 kali gempa tektonik lokal di mana dua kali terasa MMI IV dan satu kali terasa MMI II, 51 kali gempa vulkanik dalam (VA). Lalu 10 kali gempa vulkanik dangkal (VB), 12 kali gempa Tornillo, 485 kali gempa embusan, satu kali gempa letusan, serta gempa tremor menerus,” urainya.

Meski demikian, Surip mengatakan objek wisata lainnya di Dieng tetap aman dikunjungi wisatawan karena peningkatan aktivitas hanya di Kawah Sileri. Sedangkan jarak dari kawah Sileri dengan tempat wisata lain sangat jauh. “Jaraknya sekitar 7 km dengan tempat wisata lain yang ada di Dieng. Kalau dari pihak PVMBG menghimbau kepada para wisatawan ataupun warga untuk tidak mendekati kawah minimal jaraknya satu kilometer,” tandasnya.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arief Rahman juga membenarkan adanya status waspada terhadap kawah Sileri. Arief mengaku pihaknya secara kontinyu memantau perkembangan terkini kawah Sileri bersama Stasiun Pengamat Gunung Api Dieng, Kepala Desa dan Desa Tangguh Bencana setempat. “Selain Sileri, warga juga diimbau tidak melakukan aktivitas di Kawah Timbang. Karena, adanya ancaman bahaya gas CO2 dan H2S yang membahayakan dari kawah timbang tersebut,” tegasnya.

Menurut Arief, semenjak pasca letusan freatik pada 2 Juli 2017 lalu, baru kali ini tejadi peningkatan aktivitas. Hanya saja, lanjutnya, belum mengkhawatirkan. Meskipun jauh dari permukiman penduduk, Arief menyebut pihaknya tetap menyiapkan skenario jalur evakuasi. “Kami terus memantau perkembangannya. Dan saat ini Badan Geologi masih terus mengkaji. Tanda untuk jalur evakuasi dan papan peringatan di sekitar Kawah Sileri juga telah kami pasang. Untuk itu, warga jangan panik namun tetap waspada,” pungkasnya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *