Selama Tiga Tahun, Program Ritus Berhasil Mengumpulkan 34 Juta Rupiah

by -65 views

WONOSOBOZONE – Program pengumpulan dana suka rela yang digencarkan oleh Tim Penggerak PKK Desa Kalimendong, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo dengan nama Ritus atau sehari seratus rupiah menjadi salah satu program andalan. Pasalnya, program yang telah bergulir sejak tahun 2014 tersebut mampu berjalan secara istoqomah sampai detik ini. Menurut Ketua TP PKK Desa Kalimendong, Barsiah, dana suka rela tersebut sampai akhir Agustus 2017 berhasil terkumpul sebanyak Rp. 3.655.000,-. “Awalnya ketika saya pertama kali menjabat sebagai ketua TP PKK itu sama sekali tidak memiliki dana ataupun kas. Waktu itu juga Dana Transfer Desa belum ada yang cair. Akhirnya kami berinisiatif untuk membuat program pengumpulan dana sukarela yang dilakukan setiap rumah tangga mengumpulkan uang dengan nominal terkecil senilai seratus rupiah setiap harinya. Jadi kita namakan program Ritus,” terang istri Kades Kalimendong di sela penilaian lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tingkat Kabupaten Wonosobo, Selasa (12/9) DI Balai Desa Kalimendong..
Adapun hasil uang yang terkumpul, menurut Barsiah digunakan pihak TP PKK Kalimendong untuk dana sosial, seperti santunan kaum dhuafa, santunan anak yatim dan bantuan pendidikan. “Yang menjadi agenda sosial rutin kami adalah santunan anak yatim pada saat memasuki bulan Muharam. Kami buat acara yang istimewa pada saat itu, intinya membuat anak yatim piatu terlihat bahagia,” tandasnya..
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi positif oleh Ketua TP PKK Kabupaten, Fairuz EKo Purnomo. Fairuz yang tengah menilai lomba yang diikuti oleh 15 Desa/Kelurahan dari 15 Kecamatan tersebut mengatakan program Ritus perlu diterapkan di masing-masing Desa/Kelurahan agar TP PKK memiliki dana mandiri tanpa terlalu mengandalkan Dana Transfer Desa. “Dari 256 Desa/Kelurahan yang ada di Wonosobo, baru kali ini kami menemui program pengumpulan dana mandiri yang unik dan dapat bertahan sampai bertahun-tahun. 3 tahun itu tidak lama lho. Mereka mau ‘telaten’. Namun yang terpenting adalah peran PKK ini dapat berpengaruh terhadap kemajuan desa,” ungkapnya..
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Camat Leksono, Agus Fajar Wibowo yang turut mendampingi acara lomba tersebut. Menurut Agus, bagian yang paling logis untuk diapresiasi adalah rasa kegotong-royongan dari para ibu PKK. Agus menyebut rasa gotong-royong menjadi faktor penting kemajuan desa, mengingat di Indonesia tengah mengalami krisis kebersamaan. “Semua desa yang ada di Kecamatan Leksono tidak akan kami wajibkan untuk mengikuti program Ritus, tapi yang kami tekankan adalah rasa gotong-royong dan rasa kebersamaan. Karena setiap desa memiliki cara tersendiri untuk mewujudkan hal itu,” beber Agus. Dengan adanya Ritus, Agus berharap dapat menjadikan kemenangan dalam lomba HKG PKK. Meski masih ada program unggulan lainnya berupa budidaya buah Tin (buah surga). (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *