Dari Target 50, Baru 38 UKM Yang Mendaftarkan Merk Dagang

by -29 views

WONOSOBOZONE – Guna menjaga keberlangsungan usaha serta meningkatkan daya saing, para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) didorong untuk memiliki merk dangang ataupun hak cipta. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Wonosobo, Agus Suryatin bersama perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UKM ketika menerima puluhan pelaku UMKM Wonosobo di aula Dinas Perindagkop dan UKM. Dorongan tersebut, menurut Agus juga diimbangi oleh fasilitas dari Kementerian Koperasi dan UKM untuk memproses hak cipta secara gratis. Sedangkan di Wonosobo sendiri, Agus mengaku pihaknya pada tahun 2017 telah menargetkan sedikitnya 50 UKM yang sudah harus terdaftar hak cipta maupun merk dagang. “Namun sampai awal September 2017 ini, baru 38 UKM yang mendaftarkan usahanya untuk memiliki merk. Semoga dengan adanya sosialisasi ini, para pelaku UKM yang belum memiliki merk atau hak cipta, dapat sesegera mungkin mendaftarkan diri ke kantor kami,” ungkap Agus..


Perihal kepemilikan merk ataupun hak cipta, Agus menyebut pihak Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Wonosobo sedikitnya telah dua kali membantu menfasilitasi pelaku UMKM dan koperasi untuk mendapatkan hak cipta tersebut. Yang pertama, kata Agus, Ia telah melakukan kerjasama dengan instansi pemerintahan di level Provinsi serta Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun sebelumnya. Dan tahun ini, lanjut Agus, pihaknya bersama Kementerian juga kembali membuka peluang tersebut. “Peluang fasilitasi hak cipta dari kemenkop UMKM perlu ditangkap oleh para pelaku bisnis level mikro untuk meningkatkan daya saing,  menguatkan branding dan meningkatkan kualitas serta kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut,” bebernya..


Agus menambahkan, pelaku usaha kecil asal Wonosobo yang tertarik untuk mendaftarkan hak cipta tersebut didominasi oleh pelaku usaha batik. Sementara pelaku usaha yang lain seperti seni,  karya rekanaman, handycraft dan jenis makanan olahan masih terlampau sedikit. “Saya berharap peluang itu bisa diambil oleh pelaku usaha di wonosobo,” tandasnya..


Sementara itu, Kepala Bidang Merk Kementerian Koperasi Dan UKM, Abdul Malik mengatakan bahwa  standarisasi dan sertifikasi produk merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk UMKM. “Hak cipta merupakan salah satu bentuk sertifikasi produk bagian dari hak kekayaan intelektual, dan ini menjadi aset yang penting agar tidak dijiplak dan juga menjaga produk tidak digugat pihak lain,” terangnya. Menurut Pria yang akrab disapa Malik tersebut, pendaftaran dan pengurusan  hak cipta bagi pelaku usaha kecil  yang difasilitasi oleh kementerian koperasi dan UMKM tidak dipungut biaya alias gratis. Hal itu, sebut Malik, dilakukannya untuk mendorong usaha kecil  agar semakin kuat dan melindungai UKM secara hukum. “Setelah didaftarkan akan ada proses verifikasi terlebih dahulu. Kesempatan ini harus dimanfaatkan karena gratis. Sebab diluar program itu, pengajuan hak cipta berbiaya hingga dua juta rupiah,” pungkasnya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *