Buka Posko Pengaduan First Travel, Dewangga Umroh Sosialisasikan 5 Pasti Biro Umroh

by -99 views


WONOSOBOZONE – Biro Umroh Dewangga Lil Hajj Wal Umroh mengikuti berbagai macam event yang terselenggara di Kab Wonosobo dan sekitarnya. Belum lama ini, Perusahaan yang bergerak dibidang jasa umroh mengikuti Expo yang diselenggarakan di Kecamatan Kepil, Kab. Wonosobo, Sabtu, 09 Sept 2017 dengan tema Expo dan Gebyar Seni. Sebagai salah satu Biro Umroh resmi yang terdaftar di Kemenag, Dewangga Lil Hajj Wal Umroh mengantongi ijin Kemenag No 756 tahun 2016. Dalam acara ini, selain memperkenalkan Biro Umroh Dewangga, juga melakukan sosialisasi terkait maraknya pemberitaan First Travel.

Uun Wahyudi Kepala Cabang Dewangga Umroh Wonosobo, menyampaikan bahwa masyarakat perlu tahu ada 5 Pasti bagi Biro Umroh Resmi yang berijin Kemenag. Yaitu Pasti Berijin biro Travelnya, Pasti Jadwalnya, Pasti Terbangnya, Pasti Hotelnya, Pasti Visanya. Karena di lapangan masih banyak ditemui travel umroh yg menggunakan skema/modus ponzi seperti yang dipraktekkan oleh first travel. Skema Ponzi, menurut Uun seperti gali lubang tutup lubang, yaitu dengan menggunakan setoran calon jamaah saat ini utk memberangkatkan calon jamaah yg mendaftar tahun lalu. “Ya semacam bom waktu yang suatu saat pasti meledak saat dana setoran jamaah yg digunakan sudah tidak mencukupi,” ungkapnya.

· 

Sementara terkait First Travel, Uun mengaku pihaknya telah membuka posko pengaduan korban First Travel yang berlokasi di Kantor Dewangga Lil Hajj Wal Umroh, yakni di jalan Tumenggung Jogonegoro No.33 Bentengsari Indah RT: 05/07 Jaraksari, Wonosobo. “Kebetulan Direktur Utama Biro Umroh Dewangga adalah Endro Dwi Cahyono yang merupakan Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Indonesia (AMPHURI) untuk wilayah Jateng dan DIY. Kami juga membuka Posko Pengaduan Korban First Travel di tiap kantor cabang kami termasuk di Wonosobo, kami berniat untuk dapat mendampingi dan menjembatani para korban First Travel dalam melapor,” bebernya. Dengan adanya posko tersebut, Uun berharap pihaknya bisa membantu pemerintah dalam mendeteksi para korban First Travel di lingkup daerah. Sehingga apabila ada kesempatan diberangkatkan atau dikembalikan biayanya oleh pihak First Travel, maka para korban yang sudah melapor bisa terbantu.

Menurut Uun, kegiatan pendampingan tersebut sebagai salah satu media pendidikan untuk masyarakat agar tidak tertipu oleh biro umroh lainnya yang memiliki sistem serupa dengan First Travel. “Seperti diketahui bahwa biaya yang di standardkan oleh Kemenag adalah antara 20 sampai 23 jutaan. Maka dari itu, diharapkan untuk masyarakat Kab. Wonosobo agar tidak salah dalam memilih Biro Umroh dan tidak tergiur dengan biaya Umroh Murah. Masyarakat bisa mengecek Trac Record Biro Umroh yang berijin resmi di website Kemenag,” pungkas Uun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *