PMII Wonosobo Gelar Aksi Doa Bersama Untuk Rohingnya

by -70 views


WONOSOBOZONE – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam pergerakan mahasiswa islam Indonesia ( PMII ) melakukan aksi solidaritas untuk Myanmar, dalam kegiatan tersebut peserta aksi mengadakan sholat ghoib, istighozah dan menyatakan sikap terhadap kerusuhan yang tejadi di rohingnya (6/9).

Menurut kordinator aksi dan sekaligus ketua umum PMII Wonosobo, sahabat fathur Khorip permasalahan rohingnya merupakan permasalahan besar yang harus di selesaikan banyak pihak, tidak hanya konflik antar etnis namun dalam permasalahan ini campur tangan pihak asing juga masuk dalam konflik di Myanmar , jika permasalahan ini tidak di tanggapi secara bijak tentunya akan berdampak pada Negara-negara tetangga, terkhusus di Indonesia sudah mulai muncul gerakan gerakan mujahid untuk membela suku rohingya di Myanmar, apabila respon ini di tunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab justru akan menimbulkan gerakan mujahidin di Indonesia, apalagi Indonesia merupakan salah satu Negara penampung pengungsi etnis rohingya. Melihat posisi strategis Indonesia yang meupakan Negara besar yang tergabung dalam G20 yang berada di ASEAN sudah sewajarnya ikut serta dalam menyelkesaikan konflik di myanmar. Indonesia harus mampu menjadi Negara yang memfasilitasi terhadap penyelesaian konflik di Myanmar.

Sejak tahun 2012 pembunuhan dan pengusiran massal terjadi, tidak kurang 160 ribu warga mengungsi sebagian besar mencari suaka di berbagai negara seperti Indonesia, Thailand dan Banglades. Atas dasar kemanusiaan dan atas persaudaraan muslim, sudah waktunya pembantaian dan pengusiran etnis rohingya di hentikan.

ADAPUN 4 SIKAP PMII WONOSOOBO:

1. Menyatakan keprihatinan mendalam atas tagedi kemanusiaan yang menimpa kelompok rohingya di Rahine Myanmar.

2. Mendukung penuh langkah – langkah stategis diplomatik pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan persoalan rohingya di Rahiune State Myanmar.

3. Menyerukan kepada segenap pihak untuk menahan diri agar tidak mengeluakan statmen sikap dan perilaku profokatif yang berpotensi memperkeruh situasi di Myanmar.

4. Merekomendasikan terbentuknya diplomasi tri partif antara pemerintah Myanmar, Indonesia dan PBB untuk mencari solusi yang terbaik, adil dan akomodatif bagi semua pihak.

Kontributor : @fathur_khorip

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *