Operasi Gabungan, 3 Remaja Terjaring Razia

by -13 views

 

WONOSOBOZONE – Sudah menjadi tugas Pemerintah untuk menjaga kondisi tetap aman dan kondusif. Oleh karena itu untuk mengurangi perilaku menyimpang dari para pealajar/remaja, baik itu kedisiplinan, efek negatif dari penggunaan teknologi, penggunaan narkoba dan pelecehan seksual, perlu adanya sok terapi. Demikian disampaikan Kasi Ideologi dan WawasanKebangsaan Kantor Kesbangpol Kabupaten Wonosobo, Eko Riyanto, saat memimpin operasi pelajar/remaja, Rabu (6/9) siang.


Tim gabungan yang berjumlah 16 orang ini, terdiri dari Kesbangpol, Polres, Kodim, Satpol PP, Disdikpora, serta Kemenag, Dinas Pariwisata mulai bergerak pada pukul 09.30 WIB, menyusuri area permainan di pertokoan bawah rita, pusat perbelanjaan rita, beberapa warnet, Taman Fatmawati, dan seputar kota Wonosobo.


Dan dari hasil penyusuran tersebut, diTaman Kartini, petugas menjaring 3 remaja tidak Sekolah yang melakukan penyalahgunaan taman dengan kegiatan yang tidak produktif. Sehingga petugas melakukan pendataan dan di panggil agar datang ke Polres untuk membuat SuratPernyataan. Selain itu petugas juga mendapati beberapa warnet yang ijinnya sudah habis.


“Para remaja yang terjaring ini kami panggil datang ke Polres untuk membuat Surat Pernyataan tidak akan mengulangi melakukan hal serupa”, demikian keterangan Kanit Turjawali Satbara Polres, Sigit Subiyanto.  


Kepada para pengelola warnet petugas menghimbau untuk segera mengurus perijinan. Dan agar tidak lupa menempelkan pesan larangan masuk warnet bagi pelajar dan atau berseragam Sekolah saat jam Sekolah.


Disisi lain Eko menyatakan apresiasi positif kepada pihak Sekolah yang telah menerapkan aturan pemberian ijin kepada siswa yang akan keluar lingkungan Sekolah saat jam belajar, seperti saat menjumpai siswa dari salah satu sekolah swasta di jalan KH Ahmad Dahlan yang keluar dengan membawa surat ijin dari Sekolah.


Eko riyanto, saat memimpin operasi tersebut juga menyampaikan bahwa operasi ini bertujuan untuk menekan angka kenakalan remaja/pelajar, serta untuk memberikan sok terapi kepada para pelajaragar tidak membolos sekolah lagi. Eko juga menambahkan bahwa jangan sampai pemerintah terlena dengan kondisi aman dan damai yang sudah melekat di Kabupaten Wonosobo ini.


Kegiatan penertiban seperti ini harus terus dilaksanakan untuk lebih menekan angka kenakalan remaja/pelajar, supaya benar-benar tercipta kondisi yang aman dan damai, dengan tidak mengkesampingkan peran serta masyarakat dan sinergisitas dengan program Pemkab Wonosobo dalam hal penanggulangan Kenakalan  pelajar dan remaja, sehingga tercipta Kota Wonosobo yang benar-benar ASRI.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *