Budha Wonosobo Menolak Keras Peristiwa Rohingya

by -23 views

WONOSOBOZONE – Peristiwa pembantaian kaum Rohingya mendapat penolakan keras oleh kelompok agama Budha yang ada di Wonosobo. Salah satu pembina agama Budha Kabupaten Wonosobo, Nyanaloka mengaku prihatin dan menolak keras atas peristiwa yang menimpa kaum Rohingya. Menurutnya, pembantaian yang ada di Rakhine, Myanmar adalah murni tidakan kemanusiaan yang dipromotori oleh militer setempat. “Gambar-gambar yang tersebar di dunia maya itu merupakan hoks, semacam rekayasa yang digencarkan oleh beberapa oknum lalu digoreng oleh netizen yang tidak bertanggung jawab tanpa mengetahui kebenarannya,” ujarnya ketika menandatangi statement keprihatinan dalam rapat koordinasi lintas agama yang digelar di ruang transit Sekretariat Daerah Wonosobo, Rabu (6/9)..
Nyanaloka mencontohkan salah satu gambar rekayasa yakni salah satu warga Rohingya yang terbakar dan terlihat seorang biksu di dekatnya. Hal tersebut sebenarnya adalah bentuk kepedulian biksu ketika hendak menolong orang lain. “Singkat cerita, ada tragedy kebakaran, dan orang tersebut terbakar. Mengingat Myanmar yang mayoritas Budha, Nah kebetulan ada seorang Biksu tengah melintas dan hendak menolong korban tersebut. Namun oleh oknum disebar dengan bentuk fitnah, terbalik dengan fakta.

.
Hal tersebut dibenarkan oleh ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Wonosobo, Zaenal Sukawi. Menurut Sukawi, informasi yang beredar di dunia maya perlu dicek kebenarannya. Terkait dengan aksi di Magelang, Sukawi menghimbau kepada masyarakat Wonosobo untuk tidak mengikuti aksi tersebut. Mengingat pihak FKUB akan menggelar aksi sendiri di lingkup Kabupaten, seperti menggelar doa bersama dan lempar koin yang nantinya akan disalurkan sebagai donasi korban Rohingya. “Itu bukan tindak kekerasan keagamaan. Tetapi lebih dekat pada tradisi kemanusiaan yang ada motif politik, motif ekonomi maupun motif kekuasaan. Kita punya prinsip bahwa agama apapun mengajarkan kasih sayang terhadap umat dan alam semesta. Jadi mari bersama-sama kita mewujudkan hal tersebut dengan menyadari sebuah perbedaan,” pungkasnya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *