Ditinggal Belanja, Rumah Dan Sepeda Motor Ludes Terbakar

by -59 views

WONOSOBOZONE – Kebakaran yang menimpa rumah Supardi, pekerja pembuat gula merah pada Senin (4/9). Musibah yang terjadi di Dusun Wilaya RT. 02 RW. 02 Desa Timbang, Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo tersebut melahap satu rumah produksi dan satu sepeda motor. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Wilayah Wonosobo, Prayitno, kerugian ditaksir mencapai 65 juta rupiah. “Setelah mendapatkan informasi, kami langsung menuju lokasi kejadian. Kami juga mengajak TNI dan Polri beserta relawan untuk membantu membereskan puing-puing. Bantuan logistik juga sudah kami salurkan. Ini merupakan bencana yang pertama diawal bulan September. Dan semoga ini yang terakhir juga,” harap Prayitno kepada wartawan..


Kronologi kebakaran berawal ketika istri korban, Siti Badariyah memasak air nira (bahan gula merah dari kelapa) untuk membuat gula merah di tungku dapur yang dibakar menggunakan kayu bakar. Sedangkan Supardi saat itu sedang tidak berada dirumah. Kemudian Siti sempat ditinggal ke depan rumah untuk belanja. Setelah beberapa saat, Siti melihat cahaya terang berupa api yang membesar di bagian dapur. Sehingga Siti berteriak meminta tolong kepada warga  sekitar dan tetangga. “Kita berusaha semaksimal mungkin, namun api terlalu cepat membesar. Dalam hitungan menit, rumah produksi yang juga menjadi rumah tempat tinggal beserta motor dan seisinya ludes terbakar. Saat itu juga kita berupaya memadamkan api untuk mencegah agar tidak menjalar,” terang salah satu warga Dusun Wilaya..
Sementara, Komandan Koramil 13/Leksono, Kapten Inf Samsuri yang turut membersihkan puing menuturkan, sejak terjadinya kebakaran, aparat Koramil telah menunjukkan komitmennya membantu warga yang tertimpa SI Jago Merah tersebut. Samsuri menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan teliti ketika hendak meninggalkan rumah. “Saya berharap dengan kegiatan karya bhakti bersama antara TNI dan warga masyarakat bisa menumbuh-kembangkan kembali hidup gotong royong di lingkungan masyarakat yang selama ini jarang terlihat. Selain itu, juga untuk menjalin hubungan kekeluargaan yang lebih baik dan berkesinambungan, sehingga tercipta kemanunggalan TNI dengan Rakyat,” pungkas Danramil. Saat ini Supardi bersama keluarganya tinggal di rumah saudara terdekat. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *