​Wujudkan Komitmen Wonosobo Ramah HAM, Kaum Difabel Wonosobo Terima Santunan Sebesar 435 Juta

by -108 views


WONOSOBOZONE – Upaya Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam mewujudkan komitmen Ramah HAM kian digencarkan. Hal tersebut terlihat ketika Bupati Wonosobo, Eko Purnomo secara simbolis menyerahkan santunan kepada 311 disabilitas yang ada di Kabupaten Wonosobo. Eko menyebut upaya mewujudkan Wonosobo Ramah HAM tak hanya menjadi slogan semata, melainkan bentuk kinerja nyata. “Kami berpesan kepada para Difabel untuk tetap semangat didalam menjalani kehidupan dan jangan cepat putus asa. Meski dalam keadaan fisik yang tidak sempurna, namun setidaknya masih bisa melakukkan hal hal yang berguna. Banyak ketrampilan yang bisa pelajari sehingga para Difable tidak hanya bisa berdiam diri merenungi nasibnya, melainkan tetap bisa berkreasi dan bekerja,” ungkap Bupati..
Sementara, koordinator TKSK Kabupaten, Tri Purwanto menguraikan dari 311 difabel tersebut, digelontorkan dana dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Wonosobo sedikitnya 435 Milyar rupiah, dimana masing-masing penerima mendapatkan uang santunan sebesar 1,4 juta rupiah. Namun menurut Tri, ratusan difabel yang mendapatkan santunan tersebut hanya 50% dari jumlah keseluruhan penyandang disabilitas yang ada di Wonosobo. “Jumlah seluruh difabel yang kami data lebih dari 600 jiwa, sedangkan yang menerima pada tahun 2017 ini separuh dari total keseluruhan. Semoga kedepan pemerintah dapat mengakomodari seluruh penyandang disabilitas yang ada,” tandas Tri.

.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sospermasdes Wonosobo, Muawal Sholeh menjelaskan perihal sebagian penderita difabel yang menerima dikarenakan keterbatasan anggaran. Menurut Muawal, pada tahun 2017 pihaknya telah berupaya secara optimal untuk dapat memenuhi target pemerataan santunan untuk kaum penderita cacat fisik secara permanen tersebut. “Tahun 2016 kemarin kita hanya mampu menyantuni 200an difabel. Sekarang sudah meningkat, meski belum seutuhnya. Padahal kita mengajukan di APBD sebesar 700 difabel. Semoga tahun depan bisa seluruhnya dapat terakonmodasi,” urainya. Terkait penerima santunan, Muawal menyebut pihaknya menggunakan skala prioritas. Dalam artian mempertimbangkan kondisi dalam segala segi dang penyandang disabilitas. Dengan adanya santunan tersebut, Muawal berharap bantuan yang diberikan tersebut dapat meringankan beban keluarga/orang tua/wali difable dalam pemenuhan kebutuhan dasar, serta dapat menjadi modal usaha bagi mereka yang memiliki ketrampilan dan usaha ditempat tinggalnya masing-masing. “Yang menerima kali ini adalah kaum difabel dengan ketegori berat,” pungkas Muawal. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *