Generasi Muda Harus Paham Bela Negara

by -46 views

WONOSOBOZONE – Generasi muda merupakan calon penerus bangsa, untuk itu diperlukan persiapan yang matang agar nantinya bisa meneruskan tongkas estafet pembangunan negeri ini.  Supaya bisa menerima tongkat tersebut maka diperlukan generasi muda yang mumpuni baik dari segi keilmuan maupun dari karakter yang baik.  Demikian penyampaian Letkol Czi Dwi Hariyono pada acara seminar bela negara yang berkerja sama dengan GOW Wonosobo bertempat di Gedung Wanita dengan peserta perwakilan SLTA Se Wonosobo. (29/8)

Lebih lanjut Dandim menyampaikan bawha saat ini masalah mendasar perlu segera dibenahi negeri ini adalah perlunyaPenegakkan Hukum yang tegas; adanyaPeraturan Hukum yang tumpang tindih dan belum sejalan dengan UUD 1945; Buruknya koordinasi baik di dalam lembaga sendiri maupun antara lembaga negara; Kualitas penduduk yang masih menjadi persoalan, baik dari aspek kompetensi maupun dari sisi kesehatan; Kuantitas Penduduk yang meliputi masalah pengendalian penduduk, penyebaran yang tidak merata dan pengelolaan administrasi kependudukan yang tak kunjung memadai; Pengelolaan SDA yang belum optimal dan berkelanjutan serta desain pengelolaan anggaran belanja negara yg belum memperhatikan aspek berkelanjutan.

Ditambah lagi saat ini kondisi bangsa Indonesia sedikit memperihatinkan hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain :belum optimal pembentukan karakter bangsakurangnya keteladanan para pemimpinlemahnya budaya patuh ; cepat menyerap budaya global yang negatife;kurang mampu menyerap budaya global yg lebih sesuai dengan budaya bangsatidak merata kondisi sosial & ekonomi masyarakat.

Permasalahan diatas bagi generasi muda seperti PMII ini agar dijadikan pelajaran kita semua. Kerusuhan tersebut membawa kerugian yang cukup besar baik jiwa, raga maupun harta terbuang dengan sia – sia. Kita sudah membangun dengan susah payah dan dalam waktu yang tidak sebentar. Akan tetapi akibat kerusuhan tersebut hancur dalam sekejab.

Kita semua pasti tidak menginginkan hal itu terjadi lagi maka langkah yang Dandim tawarkan adalah kita semua harus bisa menjaga bangsa ini melalui persatuan, kesatuan, kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi / golongan. Dengan di landasi semangat Pancasila serta  bhinekatunggal ika. Waspadai gerakan kapitalis, liberalisme dan globalisasi.  Kalau itu semua bisa terlaksana maka akan terwujud sebuah keselarasan yaitu terciptanya suasana adem + tibtur, (ketentraman lahir/batin). keserasian adalah terpadunya unsur yang terlibat dalam kehidupan bersama. Serta keseimbangan, keadaan dimana unsur – unsur tersebut diperlakukan sewajarnya.

Alangkah indahnya jika keragaman ras, agama, suku, dan golongan dapat dijadikan modal bersama untuk membangun Indonesiasemua elemen bangsa ditempatkan sebagai kekayaan sosial yang berharga, berlaku adil, serta punya kesempatan berkembang dan berperan sama dalam membangun Negaramimpi indah merajut kebangsaan.

Setelah selesai pemberiaan materi dilanjutkan dengan acara tanya jawab pada kesempatan tersebut salah satu perserta atas nama M Ridwan menanyakan mengapa saat ini masih ada kelompok atau golongan yang masih suka perang antar kampung atau antar suku.  Letkol Czi Dwi menjawab kita semua tahu bahwa pada dasarnya nenek moyang kita mempunyai jiwa pejuang itu yang pertama yang kedua ditiap daerah mempunyai tarian perang yang ketiga tiap daerah mempunyai ciri khas senjata sendiri – sendiri. Dan yang paling penting adalah saat ini tingkat SDM yang mempunyai hoby perang antar kampung atau suku itu biasanya masih rendah sehingga belum bisa menahan emosi.  Untuk itu para peserta sebagai generasi muda harus bisa memilah dan memilih mana yang bisa untuk disumbangkan kepada negara dan bangsa.

Dalam hal urusan Bela negara sebagai warga negara dapat diwujudkan melalui karya nyata sesuai dengan bidangnya masing  – masing seperti anak sekolah buatlah prestasi setinggi mungkin. Jika tidak bisa jangan dinodai dengan kenakalan dan keonaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *