​Waspadai Kerawanan, Warga Wonosobo Dilatih Siaga Pra dan Pasca Bencana

by -62 views


WONOSOBOZONE – Kabupaten Wonosobo dinilai menjadi Daerah yang masih sangat rawan akan terjadinya bencana alam. Baik berupa longsor karena kondisi geografis yang sebagian besar terdiri dari perbukitan ataupun pegunungan, dan juga bencana kebakaran yang kerap terjadi akibat kelalaian warga. Hal tersebut terbukti sejak awal 2017, sedikitnya 15 kebakaran terjadi di Wonosobo. Melihat situasi tersebut, Forum Kuminikasi Lembaga Kwasdayaan Masyarakat (FK LKM) bekerja sama dengan Kordinator Kabupaten, yang membawahi 6 Kabupaten dan Fasilitator Kelurahan berinisiatif memberikan pelatihan peningkatan kapasitas kepada warga khususnya wilayah Kecamatan Wonosobo terkait penanganan bencana. Koordinator FK LKM sekaligus yang menjabat sebagai Kepala Kelurahan Wonosobo Barat, Kartimin menjelaskan perihal tujuan pelatihan tersebut. “Pentingnya kesiapan warga dalam memahami potensi bencana, mutlak diperlukan agar apabila sewaktu-waktu benar-benar terjadi sudah paham apa yang mesti dilakukan. Namun kami berharap aplikasi dari pelatihan ini tidak digunakan, dalam arti bencana tak terjadi,” ungkap Kartimin kepada wartawan, Sabtu (26/8) usai membuka kegiatan yang diselenggarakan selama 2 hari di gedung serbaguna Kelurahan Wonosobo Barat.


Dihadapan 105 orang yang terdiri dari enam Kelurahan dan satu Desa, Kartimin menjelaskan pelatihan kesiap-siagaan serta peningkatan kapasitas masyarakat tersebut bakal mengasah naluri warga dalam menghadapi situasi bencana. Tak terkecuali bencana kebakaran dan longsor. 6 Kelurahan tersebut, lanjutnya, adalah Jaraksari, Wonosobo Barat, Wonosobo Timur, Mlipak, Tawangsari dan Sambek. Sedangkan satu Desa adalah Desa Wonolelo. “Adapun materi yang diberikan berupa praktek pencegahan bahaya kebakaran, praktek memadamkan api secara konvensional dengan menggunakan karung goni dan praktek secara modern dengan menggunakan APAR,” bebernya.


Selain penanganan bencana, Kartimin menyebut pihaknya juga melatih ibu-ibu rumah tangga setempat untuk dapat mengelola sampah dengan baik, yakni menjadikannya sebagai barang yang bernilai secara ekonomi. “Mengingat sampah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan bencana terjadi, kami juga memberikan pelatihan guna meminimalisir selaligus mencegah terjadinya bencana itu,” tandasnya.


Langkah FK LKM yang secara serius mempersiapkan warga dalam hal penanggulangan bencana diapresiasi oleh salah satu narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup, Nurwati. Menurutnya, hal itu akan berdampak sangat positif terhadap soliditas warga dalam upaya penanggulangan bencana alam. Terlebih apabila warga memiliki komitmen yang kuat serta tanggap lapor kepada instansi terkait apabila peristiwa yang tidak diinginkan itu terjadi.  “Kami jelas sangat apresiatif terhadap komitmen tersebut, karena Kabupaten Wonosobo, merupakan daerah yang memiliki potensi bencana alam cukup tinggi dan memerlukan kesigapan banyak pihak,” tandasnya. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *