6 Desa Sepakati Dieng Bersih Harga Mati

by -18 views

WONOSOBOZONE – Enam desa di kawasan Dieng, yaitu Desa Sembungan, Sikunang, Jojogan, Patak Banteng, Parikesit, dan Dieng Wetan menyepakati komitmen bersama untuk mewujudkan Dieng yang bersih tanpa sampah, melalui deklarasi Dieng Bersih Harga Mati, Selasa (29/8).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo menyebut deklarasi tersebut sebagai langkah maju yang sangat berarti bagi upaya memajukan Dieng sebagai salah satu destinasi wisata unggulan berkelas Internasional. Selanjutnya, langkah tersebut menurut Andang bakal secepatnya diikuti dengan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sementara (TPAS), yang rencananya akan berlokasi di Dusun Siterus, Desa Sikunang.

“Tentu kami bersyukur langkah untuk membenahi masalah sampah di kawasan wisata Dieng ini mendapat dukungan dari warga masyarakat, bahkan kemudian tumbuh kesadaran untuk mendeklarasikan Dieng Bersih Harga Mati,” tutur Andang ketika ditemui di sela acara bersih-bersih sampah di dusun Siterus, dalam rangka memperingati HUT Polwan, bersama jajaran Dinas LH, Perhutani, Geodipa, Polsek Kejajar dan unsur Kecamatan beserta warga masyarakat setempat.

Ke depan, Andang berharap komitmen warga masyarakat untuk bersama-sama pemerintah Kabupaten menjaga Dieng agar tetap bersih terus dipertahankan, sehingga wisatawan yang berkunjung ke Negeri di Atas Awan, juga merasakan kenyamanan serta menambah masa kunjungannya.

“Semakin lama wisatawan tinggal di Dieng, imbasnya tentu ke perputaran ekonomi warga masyarakat juga,” tandasnya.

Harapan yang sama juga diungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Supriyanto. Menurutnya, tumbuhnya kesadaran warga untuk mendukung Dieng Bersih memang tidak dapat serta merta, melainkan memerlukan proses dan tahapan berjenjang. Nantinya langkah Pemkab untuk membangun TPA Sementara di Siterus, menurut Supriyanto juga bakal melibatkan keenam desa, termasuk dalam hal keterlibatan dana transfer desa untuk pembangunan tempat penampungan sampah terpadu (TPST) di desa masing-masing.

“Tahapan sebelum sampah dibuang di TPA Sementara, adalah masyarakat harus mampu memilah sampah di tingkat keluarga, apakah masih dapat dimanfaatkan atau tidak, termasuk apakah dapat diolah kembali menjadi produk yang bernilai manfaat dan ekonomi,” lanjut Supri.

Terkait lokasi TPA Sementara yang rencananya akan didirikan di Dusun Siterus, Supri menyebut lokasi itu telah disepakati dan memiliki luas sekitar 2000 meter persegi. Diharapkan, dengan adanya TPAS, residu sampah yang nantinya harus dibuang di TPA Wonorejo bakal berkurang drastis, sehingga mampu mengurangi dampak lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *