​Jalur Alternatif Dieng Via Mlandi Ditargetkan 2018 Selesai

by -235 views


Jalur Penuh Tanjakan, Terjal dan Tikungan tajam, Namun Menyuguhkan Pemandangan Indah

WONOSOBOZONE – Kepala Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Wonosobo, Amin Suradi menyebut pihaknya menargetkan jalur alternatif menuju Dieng via Mlandi dan Sirangkel, Kecamatan Garung Kab. Wonosobo tuntas diperbaiki pada 2018 mendatang. Target tersebut disampaikannya kepada wartawan belum lama ini usai pihaknya bersama tim memantau ke Dieng melewati jalur yang terjal dan penuh liku itu dengan menggunakan kendaraan double cabin. Menurut Amin, target tersebut akan lebih mudah tercapai dengan dukungan dari warga setempat dalam mewakafkan tanah sebagai pelebaran jalur alternarif tersebut. “Jalur utama Dieng melalui Wonosobo tengah ditutup sampai 3 September mendatang, jadi kami memantau Dieng melalui jalur alternatif Mlandi dan Sirangkel yang masih rusak dan terjal. Jalur ini kalau memakai kendaraan roda empat biasa tak akan kuat, minimal pakai mobil berjenis double cabin,” jelasnya..
Amin menambahkan, awal tahun 2017 pihaknya telah memulai melakukan perbaikan berupa pengaspalan dan pengadaan senderan. Agar nantinya, kendaraan roda empat dapat melewati dengan nyaman. Selain itu, Amin menjelaskan untuk panjang jalan sekitar 12 kilometer lebih yang ada di wilayah Mlandi tengah diupayakan pembebasan. “Di tahun ini sudah mulai diupayakan pembangunan seperti pengaspalan hingga ke Sirangkel. Targetnya 2018 bisa selesai aspal sampai ke Sembungan,” urai Amin..

Menanggapi hal tersebut, salah satu perangkat desa Mlandi, Istangin mengaku pihaknya bersama warga telah bersiap untuk mewakafkan tanah. Bahkan warga Desa Mladi menyambut antusias, rencana pemerintah untuk menghidupkan kembali jalan alternatif menuju kawasan Dieng. Dengan dibangunnya jalan yang melalui desa tersebut, kata Istangin, warga meyakini dampak secara ekonomi yang akan muncul sangat positif. “Seluruh warga masyarakat Mlandi yang memiliki tanah dan terdampak pembangunan jalan alternatif mengikhlaskan sepenuh hati,” beber Istangin ketika di konfirmasi awak media, Jum’at (25/8).

.
Menurut Istangin, nantinya jalan alternatif dengan panorama menawan di kanan dan kirinya itu tak hanya akan  memajukan sektor wisata di kawasan Dieng. Melainkan para petani juga diuntungkan dengan biaya angkut produk pertanian yang semakin mudah dan murah. Selain itu, sebut Istangin, beberapa objek wisata di sekitar Mlandi juga akan turut berkembang, sehingga akan membawa dampak positif bagi warga setempat. “Jalan via sirangkel menyuguhkan pemandangan indah, dan di tengahnya ada objek wisata air terjun Sikarim dan Silaka,” lanjut Istangin..
Antusiasme warga Desa Mlandi dalam mendukung program rehabilitasi jalan Alternatif ke Sembungan tersebut diapresiasi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo. “Dengan adanya sambutan dari warga, realisasi jalur alternatif menuju Dieng tentu akan semakin cepat terwujud,” kata Pria yang akrab disebut Andang itu. Sesuai rencana Pemkab, Andang menuturkan realisasi perbaikan jalan telah dimulai pada awal tahun 2017 lalu. Dengan aktifnya jalan tembus tersebut, jarak tempuh dari Sembungan ke Garung diprediksi tak akan lebih dari 20 menit. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *