​Kondisi Memprihatinkan, Bangunan SDN 1 Pucungkerep Teror Keselamatan Siswa

by -337 views


WONOSOBOZONE – SDN 1 Pucungkerep mendadak jadi perhatian publik. Pasalnya, kondisi bangunan Sekolah Dasar yang berada di Desa Pucungkerep, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo semakin memprihatinkan. Terlebih, beberapa waktu sebelumnya pernah ada kejadian siswa hampir tertimpa plafon yang sudah lapuk ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) tengah berlangsung. Hal itu membuat 150-an anak yang bersekolah di SD tersebut keselamatannya terancam..
Kepala SDN 1 Pucungkerep, Sapari mengatakan bangunan sekolah yang digunakan untuk tiga ruang kelas sudah lama rusak. Bahkan, atap sekolah sudah banyak yang terlepas. Plafon ruang kelas, sebutnya, sering jatuh jika terkena angin. Hal tersebut, menurut Sapari, disebabkan kondisi udara dan cuaca yang ekstrim dan lembab. “Padahal, proses rehab gedung baru dilaksanakan pada tahun 2007 lalu. Jujur kami khawatir hal itu terjadi lagi. Tapi mudah-mudahan tidak,” harap Kepsek ketika diwawancarai wartawan, Kamis (24/8)..
Selain itu, kata Sapari, ada beberapa ruang kelas yang mengalami kebocoran di bagian atapnya. Setiap kali hujan, siswa harus menyiapkan ember untuk menampung tetesan air hujan. Jika tidak, maka ruangan kelas dipenuhi genangan. “Persis disetiap ruangan, kondisi plafon nyaris runtuh. Bila dipandang sekilas, bentuk plafonnya bergelombang dan bahkan berlubang. Harapan kami, kalau kedepan mau direhab saya usulkan pakai seng,” tandasnya.

–  Tiga Kali Pengajuan Renovasi Tak Ada Respon

Hal serupa terkait keprihatinan kondisi SDN 1 Pucungkerep juga disuarakan oleh Kepala Desa Pucungkerep, Sapto Susilo. Sapto mengaku pihaknya telah menyampaikan kepada instansi terkait untuk merenovasi bangunan lapuk itu. “Kami bersama pihak sekolah sudah 3x mengajukan proposal bantuan untuk rehab gedung kepada Pemkab Wonosobo. Banyak media juga yang menyoroti sekolah kami. Namun tetap saja belum ada tanggapan dari Pemkab,” bebernya..
Jika dibiarkan, menurut Sapto, tidak hanya mengganggu proses kegiatan belajar mengajar, namun juga membahayakan keselamatan siswa. “Kalau PAUD ataupun TK kita bisa pakai uang desa, kalau untuk SD keatas (SMP-SMA) nggak boleh. Itu yang menjadikan kita tak dapat membantu renovasi SDN 1 Pucungkerep ini,” pungkas Sapto. (Ard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *