Wonosobo menuju Kota Kreatif

by -84 views

WONOSOBOZONE – Ada berbagai syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah daerah untuk mendapatkan predikat sebagai Kota Kreatif, salah satunya adalah pertama kali harus mendaftarkan subsektor unggulan nya ke Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) agar dapat dilakukan pemetaan ekosistem, potensi, best practice dan permasalahan pengembangan sistem ekonomi kreatif kabupaten/ kota sebagai bagian dari “sistem ekonomi kreatif nasional”.

Dan cara mendaftar nya adalah dengan mengisi borang atau fromulir melalui www.kotakkreatif.id.

Oleh sebab itu Dinas Pariwisata Provinsi melakukan sosialisasi pengisian borang kota kreatif kepada para subsektor wisata yang ada di Wonosobo, (24/8) di Resto Ongklok Bugangan.

Indiah, selaku Kasi Kemitraan dan Kelembagaan Parekraf Provinsi mengatakan bahwa Wonosobo merupakan salah satu dari beberapa daerah di Jawa Tengah yang telah mengajukan sebagai Kota Kreatif.

“Wonosobo ini adalah satu dari sembilan Kota dan Kabupaten di Jawa Tengah yang sudah mengajukan diri sebagai Kota Kreatif jadi kami dari Provinsi mencoba untuk memfasilitasi”, terang Indiah seusai acara.

Indiah mengaku pihaknya dalam acara sosialisasi itu menghadirkan Asesor dari Bekraf untuk memberikan arahan yakni Bambang Supradono.

“Kami berharap Jawa Tengah segera memiliki Kota Kreatif lagi sehingga bisa semakin bersaing dengan daerah lain, sukur-sukur ada yang di nobatkan Kota Kreatif oleh UNESCO seperti yang telah diraih Pekalongan”, tambah Indiah.

Tafrikhan, salah satu perserta mengatakan dari 16 subsektor wisata, Wonosobo mengajukan 3 subsektor sebagai unggulan, yaitu subsektor Photografi, subsektor kuliner dan subsektor seni pertunjukan.

“Meski tidak ada batas minimal subsektor yang harus diajukan tapi kami mengajukan sesuai dengan kenyataan, karena suatu saat akan dilakukan verifikasi lapangan”, ujar Tafrikhan.

Ia berharap peran pemerintah dalam menfasilitasi tumbuh kembangnya industri kreatif di Wonosobo semakin meningkat.

“Diharapkan Pemerintah dapat memfasilitasi tempat ekspresi seni budaya dan memfasilitasi tumbuh kembangnya industri rumahan terkait souvenir khas Wonosobo seperti seni kriya , gantungan kunci, ikat kepala dan sejenisnya”,

“Sovenir – sovenir itu adalah produk yang diproduksi oleh warga Wonosobo, sehingga tenaga kerja muda bisa tererap dan tidak hanya mengandalkan keuntungan dari penjualan barang dari daerah lain”, tutup Tafrikhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *