Kapolsek Kertek: Ada Potensi Kopi di Kertek

by -18 views

WONOSOBOZONE – Setahun Menjadi Kapolsek Kertek, AKP Marino melihat bahwa wilayah Kertek, terkhusus area galian, memiliki potensi besar untuk ditanami kopi. Terutama, untuk jenis kopi Kartika S 1.

Pasalnya, dilihat dari segi ketinggian lahan, wilayah Kertek lebih dari cukup sebagai lahan tumbuh kopi arabica dengan kualitas baik. Mengenai alasan kenapa harus kopi Kartika S1, karena Kartika S1 merupakan jenis kopi cepat berbuah, hanya butuh waktu 3 tahun.

Selain itu, pohon tidak terlalu tinggi sehingga memudahkan pemetikan. Terakhir, kopi Kartika S1 diakui memiliki kualitas sangat bagus.

“Pikir saya itu, kalau ditanami kopi saya yakin masyarakat akan lebih sejahtera daripada menambang. Meskipun, untuk mewujudkan ini butuh kesepahaman lintas sektor,” ucap Kapolsek, yang sekaligus pemilik usaha kopi, dengan Brand Product ‘San Marino’ itu.

Belajar dari pengalamannya saat bertugas di Temanggung. Ia mengaku telah berhasil menggeser cara pandang masyarakat akan potensi ekonomi kopi. Jika dulu, kopi dijual berasan sekilo 30 ribu, sekarang mereka bisa menjual 60 bahkan sampai 90 ribu per kilo (grean bean), menyesuaikan rendemin kopi.

Kuncinya, dalam perawatan kopi, mulai dari pemilihan bibit, penyiapan lahan, pemetikan, roasting, proses grender, sampai penyajian harus harus dengan cara-cara yang baik dan sesuai standar pengolahan kopi yang berkualitas.

“Kertek saya yakin juga bisa. Tinggal kita siapkan ahli ahlinya. Dan menyosialisasikan ke masyarakat. Mengenai pasar tak perlu dikhawatirkan. Pasar kopi masih terbuka lebar,” ucap laki laki yang rutin mengekspor kopinya ke Australia itu.

Ia berujar, jika menanam kopi disepakati oleh stake holder sebagai langkah menghentikan aktivitas penambangan. Ia mengaku siap untuk menjadi pihak pengolah dan pemasar jika masyarakat masih khawatir tidak laku.

“Indonesia ini kualitas kopinya sudah diakui di pasar Internasional. Bahkan kalau di Eropa, masyarakat kalau mau ngopi di cafe, pasti bilangnya ke Djava Coffee, saking kondangnya,” katanya.

Khusus mengenai kopi yang diproduksinya, saat ini sudah diekspor ke Australia. Dalam sebulan, sedikitnya dia ekspor kopi sebanyak 3 ton. 1 ton dalam bentuk grean bean, 1 ton roasting, dan satu ton bubuk.

“Pertengahan tahun Insyaallah mulai kita pasarkan ke China. Yang kemarin kemarin, baru fokus ke Australila saja karena produksi masih terbatas,”pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *