​Usai Festival Tahunan, Dieng Dibersihkan

by -153 views


WONOSOBOZONE – Penutupan jalur Dieng selama 25 hari dikarenakan pembuatan jembatan Bailey dimanfaatkan oleh Pemkab Wonosobo untuk membersihkan sampah. Jalur dari pertigaan Dieng sampai komplek wisata Sikunir dibersihkan dengan mengajak warga setempat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata dan juga Relawan Jalur Dieng (RJD). Selain itu, unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) beserta pejabat terkait juga turut membersihkan jalan sepanjang 4 km tersebut. “Beberapa waktu terakhir, banyak informasi yang beredar di media sosial tentang sampah berserakan yang ada di jalur Dieng. Meski ke-esokan harinya sudah dibersihkan, sampah sembarangan masih tetap ada. Terlebih disaat akhir pekan atau libur panjang, bisa dipastikan sampah semakin banyak. Apalagi saat ada event-event di Dieng, bisa sampai menggunung sampahnya,” urai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Wonosobo, Amin Suradi di sela kegiatan Dieng Bersih, Jum’at (18/8).
Amin mengatakan penanganan terkait kebersihan sampah di Dieng tersebut perlu digalakkan secara berkelanjutan dan dengan dukungan dari berbagai pihak. Sementara untuk upaya pencegahan, Amin mengaku pihaknya akan membuat tempat pembuangan sementara kawasan Dieng yang berlokasi di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar Kab. Wonosobo. “Sedangkan untuk tempat pembuangan akhir, kami tengah berkoordinasi dengan Pemkab Banjarnegara untuk membuatnya. Karena lahan yang akan dibuat, sebagian milik Kabupaten Banjarnegara,” jelas Amin. Dengan adanya bersih Dieng tersebut, Amin berharap pelaku wisata di wilayah setempat termotivasi untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Dieng.

Kegiatan pembersihan dan pengecatan jalur wisata tersebut mendapat apresiasi positif oleh Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagyo. Agus yang turut hadir dan juga terlibat dalam pengecatan salah satu tembok lokasi wisata menyebut kawasan wisata yang bersih akan membuat wisatawan betah. Karena menurut Agus, pengelolaan wisata yang baik akan menciptakan kepuasan bagi para pengunjung. “Sehingga para pengunjung bisa ketagihan untuk dating lagi. Hal itu nantinya akan berimbas juga pada masyarakat. Semakin banyak wisatawan menghabiskan uang disini, semakin terangkat juga derajat ekonomi warga sekitar maupun pelaku wisata,” bebernya. Sedangkan untuk pengendalian sampah sembarangan, Agus menghimbau kepada para pengunjung agar sadar akan kebersihan dengan menyediakan tempat sampah serta memasang papan himbauan dan peringatan untuk membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. “Ini adalah kegiatan positif sengaja untuk memotivasi masyarakat sekitar dan pengunjung baik lokal maupun manca negara untuk peduli lingkungan, terutama di objek wisata. Jadi Dieng bersih itu sudah menjadi harga mati,” pungkas Agus. (Ham)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *